Mahasiswa PPG UNISMA Kenalkan Stimulasi Motorik Halus lewat Permainan Sederhana

Mahasiswa PPG UNISMA Kenalkan Stimulasi Motorik Halus lewat Permainan Sederhana

Indonesiandaily.com – Stimulasi tumbuh kembang anak tidak selalu membutuhkan alat permainan mahal. Aktivitas sederhana yang melibatkan gerakan tangan dan jari justru dapat menjadi cara menyenangkan bagi orang tua untuk membantu mengasah kemampuan motorik halus anak sejak dini.

Pesan itu dibawa mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Islam Malang (UNISMA), Program Studi Pendidikan Matematika, melalui kegiatan TANGKAS (Tumbuh Aktif melalui Gerak, Kreativitas, dan Stimulasi) di Posyandu Cempaka, Cemorokandang, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar orang tua dan anak usia 0–5 tahun. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman tentang motorik halus, tetapi juga mengajak orang tua membuat media stimulasi dan langsung mempraktikkannya bersama anak.

Mahasiswa PPG UNISMA Kenalkan Stimulasi Motorik Halus lewat Permainan Sederhana

Dari Pemahaman ke Praktik 

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa menjelaskan pengertian motorik dan motorik halus serta manfaatnya bagi perkembangan anak. Orang tua diperkenalkan pada berbagai aktivitas yang dapat melatih koordinasi otot-otot kecil, terutama tangan dan jari.

Pendekatan tersebut membuat orang tua tidak hanya menerima materi, tetapi memperoleh contoh kegiatan yang bisa diterapkan kembali di rumah menggunakan bahan sederhana.

Anak kemudian dikelompokkan berdasarkan usia, mulai 0–1 tahun hingga 4–5 tahun. Setiap kelompok didampingi mahasiswa yang membantu orang tua memilih dan menggunakan media sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Lima media stimulasi diperkenalkan dalam kegiatan ini. Anak usia 0–1 tahun menggunakan Ribbon Pull, usia 1–2 tahun dengan Rumah Bola, usia 2–3 tahun melalui Tusuk Warna, usia 3–4 tahun menggunakan Meronce Ceria, dan usia 4–5 tahun berlatih dengan Dressing Frame.

Orang Tua Diajak Ikut Bermain

Orang tua membuat media tersebut bersama mahasiswa. Setelah itu, media digunakan dalam aktivitas bermain secara langsung bersama anak.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dari TANGKAS. Orang tua tidak hanya mengetahui teori stimulasi, tetapi juga belajar bagaimana memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, bergerak, dan bereksplorasi.

“Tidak perlu menunggu anak bisa. Berikan kesempatan anak untuk mencoba,” pesan mahasiswa PPG UNISMA kepada para orang tua peserta.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa proses belajar anak tidak selalu harus menghasilkan sesuatu yang sempurna. Kesempatan mencoba menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak sesuai usianya.

Bisa Dilanjutkan di Rumah 

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB itu mendapat pendampingan dosen pembimbing, Dr. Alifiani, M.Pd. Selama kegiatan, mahasiswa mendapat arahan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan stimulasi.

Koordinator Posyandu Cempaka, Dwi Winarnengati, turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga edukasi dapat berlangsung bersama orang tua dan anak dalam suasana yang lebih dekat.

Mahasiswa PPG UNISMA Kenalkan Stimulasi Motorik Halus lewat Permainan Sederhana

Pada akhir kegiatan, orang tua diminta memberikan tanggapan melalui lembar refleksi. Salah satunya disampaikan Kheren Narwasih yang mengaku memperoleh wawasan baru tentang kegiatan sederhana untuk mendukung perkembangan anak di rumah.

“Sangat senang ada kegiatan seperti ini karena dapat menambah wawasan saya sebagai orang tua. Terima kasih!” tulis Kheren.

Melalui TANGKAS, mahasiswa PPG UNISMA mendorong agar stimulasi motorik halus tidak berhenti di Posyandu. Aktivitas bermain sederhana yang telah dipelajari diharapkan dapat diteruskan orang tua di rumah sebagai bagian dari pendampingan tumbuh kembang anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *