MAESTRO 2026 UIN Malang Buka Akses Riset, Kerja, dan Kolaborasi untuk Masyarakat

MAESTRO 2026 UIN Malang Buka Akses Riset, Kerja, dan Kolaborasi untuk Masyarakat

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menjadikan MAESTRO 2026 sebagai ruang untuk membawa karya kampus lebih dekat kepada masyarakat.

Digelar 1–3 Oktober 2026 dalam rangka Dies Maulidiyah ke-65 atau Lustrum XIII, MAESTRO memadukan pameran riset dan inovasi, expo produk serta layanan, branding fakultas dan unit kerja, Expo Haji dan Umrah, Job Fair, hingga lomba seni dan budaya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA., mengatakan MAESTRO penting karena membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal potensi kampus secara lebih luas.

“MAESTRO menjadi ruang untuk menunjukkan apa yang dimiliki UIN Malang kepada masyarakat,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, karya akademik tidak seharusnya berhenti sebagai hasil penelitian atau aktivitas internal kampus. Karya tersebut perlu diperkenalkan agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Riset dan Inovasi Dibawa ke Ruang Publik 

Selama dua hari pertama, area MAESTRO menampilkan hasil riset, inovasi, produk, jasa, serta berbagai potensi fakultas dan unit kerja UIN Malang.

Pameran ini sekaligus menjadi etalase bagi sivitas akademika untuk memperkenalkan karya yang memiliki potensi manfaat lebih luas, baik bagi masyarakat maupun calon mitra kerja sama.

Expo Haji dan Umrah turut melengkapi kegiatan dengan menghadirkan informasi dan layanan yang berkaitan dengan perjalanan ibadah. Kehadiran expo tersebut memperluas fungsi MAESTRO sebagai ruang edukasi dan pelayanan publik.

Job Fair Hubungkan Kampus dan Dunia Kerja 

Rangkaian MAESTRO berlanjut dengan Job Fair pada 3 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan dunia usaha.

Bagi mahasiswa dan alumni, Job Fair menjadi akses untuk mengenali kebutuhan tenaga kerja, memperoleh informasi peluang karier. Sekaligus membangun jejaring dengan dunia industri.

Sementara bagi dunia kerja, kegiatan ini membuka ruang untuk mengenal talenta dari lingkungan UIN Malang.

Seni Jadi Ruang Kebersamaan 

MAESTRO juga tidak hanya berbicara tentang riset dan pekerjaan. Lomba seni dan budaya melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa. Hingga keluarga dari 13 kontingen Dies Maulidiyah ke-65.

Rangkaian dimulai dengan Lomba Nasyid Religi, dilanjutkan Maliki Got Talent. Kemudian ditutup Lomba Busana Daerah dan Anak-anak.

Keterlibatan keluarga membuat rangkaian tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi. Namun juga ruang silaturahmi dan ekspresi kreativitas keluarga besar UIN Malang.

Melalui MAESTRO 2026, UIN Malang mempertemukan tiga hal sekaligus: karya, peluang, dan kolaborasi. Riset dan inovasi diperkenalkan kepada publik, mahasiswa. Serta alumni mendapat akses ke dunia kerja, sementara masyarakat dan mitra memperoleh ruang untuk mengenal potensi kampus secara langsung.

Momentum Dies Maulidiyah ke-65 itu pun tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi. Tetapi diarahkan untuk membuka jejaring baru agar karya sivitas akademika dapat memberi manfaat lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *