Mahasiswa Kimia UB Wakili Indonesia di Summer School Internasional, Pelajari Analisis Air hingga Teknologi Penghilang Polutan

Mahasiswa Kimia UB Wakili Indonesia di Summer School Internasional, Pelajari Analisis Air hingga Teknologi Penghilang Polutan

Indonesiandaily.com – Lima mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (STeM) Universitas Brawijaya (UB) terpilih mengikuti program Science Silpakorn University International Summer School 2026 di Silpakorn University, Thailand, pada 8–12 Juni 2026.

Menariknya, dari enam peserta asal Indonesia yang mengikuti program tersebut, lima di antaranya merupakan mahasiswa Kimia UB. Mereka bergabung bersama 34 peserta dari Thailand, Indonesia, dan Filipina dalam program bertema “Chemistry in Action: Exploring Water Analysis and Innovative Pollutant Removal”.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Azka Variza Iskandar, Nadira Esmeralda, Neyna Destarainy, Rajwa Zidana Mahentara, dan Shyntia Putri.

Belajar Langsung Analisis Kualitas Air

Program internasional ini tidak hanya menghadirkan kuliah di kelas, tetapi juga menekankan pengalaman praktik di laboratorium dan lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat langsung dalam pengambilan serta analisis sampel air menggunakan berbagai instrumen analitik modern. Mereka juga mempelajari teknik karakterisasi material seperti Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffraction (XRD), dan Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS).

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan pengolahan dan interpretasi data eksperimen yang menjadi keterampilan penting dalam penelitian ilmiah dan pengambilan keputusan berbasis data.

Azka Variza Iskandar mengaku pengalaman melakukan analisis kualitas air secara langsung menjadi salah satu momen paling berharga selama mengikuti program tersebut.

“Kegiatan ini membantu saya memahami bagaimana analisis lingkungan dilakukan dalam praktik nyata dan membuat saya semakin menghargai pentingnya kimia analitik dalam pemantauan lingkungan,” ujarnya.

Pertukaran Budaya dan Jejaring Internasional

Selain kegiatan akademik, para peserta juga mengikuti berbagai agenda pertukaran budaya yang mempertemukan mahasiswa dari tiga negara.

Melalui kegiatan Cultural Night, setiap peserta memperkenalkan budaya negara masing-masing sekaligus belajar memahami keberagaman budaya dari negara lain. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi lintas budaya dan memperluas jejaring internasional.

Menurut Nadira Esmeralda, Cultural Night menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama program berlangsung.

“Cultural Night merupakan salah satu bagian paling berkesan dari program ini karena kami dapat mempelajari berbagai budaya secara langsung dari para peserta,” katanya.

Mengenal Thailand dari Dekat

Peserta juga mengikuti kunjungan edukatif ke Samut Songkhram Province untuk mempelajari budaya lokal, industri berbasis masyarakat, serta warisan sejarah dan seni Thailand.

Kunjungan tersebut memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan pembangunan masyarakat.

Rajwa Zidana Mahentara menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu momen yang tidak terlupakan selama mengikuti program.

“Kunjungan ke Samut Songkhram merupakan pengalaman yang luar biasa karena saya dapat mengenal budaya dan tradisi Thailand secara langsung,” ungkapnya.

Bukti Daya Saing Mahasiswa Kimia UB

Ketua Departemen Kimia Fakultas STeM UB, Anna Safitri, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswanya mengikuti program internasional tersebut.

Menurutnya, fakta bahwa lima dari enam peserta Indonesia berasal dari Kimia UB menjadi bukti kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat global.

“Kami sangat bangga karena lima dari enam peserta Indonesia yang mengikuti program ini berasal dari Departemen Kimia Universitas Brawijaya. Hal ini menunjukkan kualitas mahasiswa Kimia UB yang mampu berkompetisi dan beradaptasi dalam lingkungan akademik internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman belajar bersama mahasiswa dari Thailand dan Filipina, serta kesempatan menggunakan berbagai instrumen dan metode analisis modern, akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional di masa depan.

Partisipasi mahasiswa Kimia UB dalam program ini sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, memperkuat kompetensi akademik, dan menyiapkan lulusan yang mampu berkiprah dalam komunitas ilmiah global.

SDGs yang Didukung :

  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
  • SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *