FT UNISMA Gandeng Desa Ngroto Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Indonesiandaily.com- Fakultas Teknik Universitas Islam Malang memperluas peran pengabdiannya kepada masyarakat melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pemerintah Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 13 Februari 2026 sebagai langkah awal penguatan program desa binaan berbasis riset terapan dan teknologi tepat guna.

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Teknik UNISMA, Ena Marlina, bersama Kepala Desa Ngroto, Prayogi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi landasan pelaksanaan berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu.

Kerja sama ini juga menjadi upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai desa yang sebagian besar warganya bergerak di sektor pertanian hortikultura, Ngroto menghadapi sejumlah persoalan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah pertanian. Tingginya volume sampah organik, penggunaan kemasan plastik dari pupuk dan pestisida, serta minimnya sistem pemilahan menjadi tantangan yang memerlukan solusi teknis sekaligus manajerial.

Dekan Fakultas Teknik UNISMA, Ena Marlina, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin memastikan bahwa ilmu dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Sementara itu, Kepala Desa Ngroto, Prayogi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai pendampingan berbasis keilmuan sangat dibutuhkan desa dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” katanya.

Sebagai langkah awal implementasi kerja sama, tim Fakultas Teknik UNISMA akan melakukan pemetaan kondisi pengelolaan sampah di Desa Ngroto. Proses ini mencakup identifikasi sumber sampah, analisis volume harian, hingga kajian perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah limbah.

Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis konsep ekonomi sirkular. Sampah organik akan diolah melalui komposter komunal menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali di sektor pertanian, sedangkan sampah anorganik akan dikelola melalui sistem bank sampah dengan pencatatan digital.

Selain itu, Fakultas Teknik juga merancang pengembangan teknologi tepat guna seperti mesin pencacah sampah organik, desain instalasi komposter yang efisien, serta sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk pengelolaan bank sampah.

Program ini juga terintegrasi dengan skema pembelajaran capstone design di Fakultas Teknik UNISMA. Melalui pendekatan project-based learning, mahasiswa akan dilibatkan langsung dalam merancang solusi terhadap persoalan nyata di desa.

Mahasiswa dari berbagai program studi akan mengembangkan prototipe teknologi pengolahan sampah, sistem monitoring digital, hingga analisis kelayakan teknis dan ekonomi dari solusi yang dihasilkan.

Dengan pendekatan tersebut, Desa Ngroto menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan rekayasa, manajemen proyek, serta kolaborasi lintas disiplin.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan kampus dan desa yang berkelanjutan, di mana kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian berjalan secara simultan serta saling menguatkan.

Ke depan, Fakultas Teknik UNISMA dan Pemerintah Desa Ngroto akan menyusun peta jalan implementasi program yang mencakup pelatihan masyarakat, monitoring sistem, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas pengelolaan sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *