Indonesiandaily.com – Mengakses peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan kini bisa dilakukan lebih praktis melalui satu platform. Dua mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alexgra Oktavianto dan Ivan Maulana Syahputra, mengembangkan Direktori Yuridis, sebuah layanan digital yang menyediakan referensi hukum secara terintegrasi, gratis, dan tanpa kewajiban membuat akun.
Melalui laman www.direktoriyuridis.com, pengguna dapat menelusuri berbagai dokumen hukum tanpa harus berpindah-pindah situs. Platform ini dirancang untuk membantu mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi hukum, hingga masyarakat umum memperoleh informasi hukum secara lebih cepat dan efisien.
Gagasan tersebut berawal dari pengalaman Alexgra dan Ivan ketika melakukan riset. Mereka menghadapi kesulitan menemukan serta membandingkan peraturan dan putusan pengadilan karena sumber informasinya tersebar di berbagai laman.
“Ketika mencari bahan hukum, banyak sumber masih tersebar dan dokumennya terpisah. Kami harus mencocokkan sendiri sehingga memakan waktu,” ujar Alexgra.
Peraturan dan Putusan MA dalam Satu Platform
Direktori Yuridis dilengkapi sejumlah fitur untuk mendukung kebutuhan riset hukum. Pengguna dapat mencari dokumen berdasarkan kata kunci dan konteks permasalahan, mengakses putusan Mahkamah Agung (MA), serta menelusuri dokumen asli dan riwayat perubahan antarperaturan.
Platform ini juga menyediakan fitur tambahan berupa kalkulator waris dan pembuat bagan. Keberadaan fitur tersebut diharapkan membantu pengguna dalam mengolah informasi dan memahami keterkaitan berbagai dokumen hukum.
Untuk menjaga keakuratan informasi, Direktori Yuridis menghubungkan hasil pencarian dengan sumber resmi. Dokumen juga dilengkapi akses ke pindaian naskah asli, sorotan pasal, serta informasi status Berkekuatan Hukum Tetap (BHT) berdasarkan metadata Mahkamah Agung.
Meski demikian, Alexgra mengakui pangkalan data yang tersedia masih perlu dilengkapi. Pengembangan terus dilakukan agar cakupan dokumen hukum semakin luas dan kebutuhan pengguna dapat terakomodasi.
Dikembangkan Mandiri Sejak April 2026
Menariknya, Direktori Yuridis dibangun secara mandiri oleh kedua mahasiswa angkatan 2023 tersebut. Mereka menangani seluruh proses, mulai dari riset kebutuhan pengguna, perancangan sistem, pemrograman, pengolahan data, hingga pengujian dan penyempurnaan fitur.
Pengembangan dimulai pada April 2026 dan versi awal diluncurkan pada September 2026. Dalam prosesnya, mereka menghadapi tantangan berupa perbedaan format dokumen hukum, keterbatasan akses terhadap naskah lama, serta banyaknya dokumen yang masih berbentuk hasil pindai PDF.
Keduanya juga harus membagi waktu dan tanggung jawab agar pengembangan platform tetap berjalan tanpa mengabaikan ketepatan informasi.
“Karena dikembangkan oleh kami berdua tanpa tim pengembang eksternal, kami harus membagi waktu dan tanggung jawab untuk mengerjakan berbagai hal secara bersamaan,” tambahnya.
Perluas Akses Informasi Hukum
Inovasi ini mendapat dukungan UMM melalui pendanaan proses pendaftaran Hak Cipta. Ke depan, Alexgra dan Ivan berharap Direktori Yuridis semakin lengkap serta memperoleh masukan dari kalangan akademisi dan praktisi hukum.
Mereka ingin platform tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi hukum. Seluruh fitur utama dapat digunakan secara gratis, baik melalui komputer maupun telepon seluler, tanpa harus mendaftar akun.
Meski menawarkan kemudahan, Direktori Yuridis tetap diposisikan sebagai alat bantu riset, bukan pengganti dokumen resmi maupun dasar untuk mengambil kesimpulan hukum secara mandiri. Dengan demikian, pengguna tetap perlu merujuk dokumen resmi ketika membutuhkan kepastian informasi hukum.



