Indonesiandaily.com – Keterbatasan lahan bukan alasan untuk mengabaikan fasilitas keamanan lingkungan. Tim dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan solusi melalui desain pos ronda sederhana dan fleksibel bagi warga RT 03 RW 03, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), tim dosen Polinema memberikan bimbingan teknis perencanaan pos ronda yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan warga. Pendampingan ini sekaligus membantu masyarakat memahami pilihan material hingga perkiraan biaya pembangunan.
Gagasan tersebut berangkat dari belum tersedianya pos ronda yang layak di lingkungan setempat. Selama ini, warga melaksanakan ronda di depan rumah, bahkan kegiatan siskamling sempat dihentikan sementara sekitar satu tahun terakhir karena keterbatasan tempat.
Desain Sederhana, Menyesuaikan Lahan
Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang tersedia hanya memungkinkan pembangunan pos ronda berukuran sekitar 2,4 x 1 meter dengan tinggi 2,4 meter.
Menghadapi keterbatasan tersebut, tim menyusun konsep bangunan sederhana semi permanen menggunakan rangka metal stud galvalum. Desain ini dipilih karena relatif efisien, mudah dikonstruksi, serta memungkinkan bangunan dipindahkan atau disesuaikan apabila lahan dibutuhkan untuk keperluan lain.
Tim juga menawarkan dua alternatif material dinding, yakni spandek dan panel GRC. Kedua pilihan tersebut disosialisasikan kepada pengurus RT dan perwakilan warga untuk mempertimbangkan fungsi, kebutuhan, serta kemampuan pembiayaan.
Ketua tim pengabdian, Agustin Dita Lestari, ST., MT., menjelaskan bahwa pendampingan tidak sekadar menghasilkan gambar desain, tetapi juga memberikan pemahaman teknis kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih peduli menjaga keamanan di lingkungan mereka sendiri,” ujarnya.
Warga Dibantu Menghitung Kebutuhan Biaya
Selain menyusun alternatif desain, tim Polinema melakukan pengukuran lokasi, sosialisasi rancangan, hingga menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil perencanaan kemudian diserahkan kepada Ketua RT sebagai bahan pertimbangan sebelum pembangunan direalisasikan.
Ketua RT 03, Hengki, menyambut baik pendampingan tersebut. Menurutnya, keberadaan pos ronda sangat dibutuhkan agar kegiatan keamanan lingkungan yang sempat terhenti dapat kembali berjalan.
“Selama ini karena keterbatasan tempat untuk melakukan kegiatan siskamling, akhirnya kegiatan tersebut kami pending untuk sementara waktu,” ungkapnya.
Ia berharap desain yang disiapkan tim Polinema dapat menjadi solusi bagi warga dalam menyediakan fasilitas keamanan sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Melalui program ini, Polinema menunjukkan bahwa keilmuan teknik sipil dapat diterapkan untuk menjawab persoalan sederhana tetapi penting di tengah masyarakat. Perencanaan yang mempertimbangkan keterbatasan ruang, pilihan material, keselamatan, dan biaya diharapkan membantu warga mewujudkan fasilitas keamanan secara lebih terukur.
Lebih dari sekadar desain bangunan, pendampingan ini menjadi langkah awal untuk mendorong kembali budaya gotong royong dan kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan.



