Bukan Sekadar Game Roblox, Mahasiswa ITN Malang Bikin Horor 4 Pemain Berlatar Kampus

Bukan Sekadar Game Roblox, Mahasiswa ITN Malang Bikin Horor 4 Pemain Berlatar Kampus

Indonesiandaily.com – Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak riuh ketika cuplikan sebuah game horor ditampilkan di hadapan mahasiswa baru, Senin (1/9/2026).

Bukan film horor yang diputar. Layar utama menampilkan Morveil, game Roblox garapan mahasiswa Teknik Informatika ITN Malang.

Slider Ucapan HUT RI

Jumpscare dalam cuplikan permainan membuat sejumlah mahasiswa baru Abhyasa 57 spontan berteriak. Game tersebut kemudian resmi diperkenalkan dalam agenda Abhyasa Student Talk pada rangkaian Gigantik 2026.

Di balik tampilannya yang menyeramkan, Morveil merupakan proyek yang dikerjakan Tim Metaverse Teknik Informatika ITN Malang selama sekitar tiga bulan.

Ketua Tim Metaverse, Muhamad Dimas Juliansyah, mengatakan ide Morveil berangkat dari tren game horor di Roblox yang sedang ramai dimainkan.

Namun, timnya tidak ingin sekadar mengikuti tren.

Mereka memasukkan konsep permainan kooperatif yang mengharuskan empat pemain bekerja sama untuk menyelesaikan cerita.

“Game ini wajib dimainkan empat player secara kooperatif,” kata Dimas, mahasiswa angkatan 2024, seusai peluncuran.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi permainan berbasis empat karakter mahasiswa dari program studi berbeda. Mereka berasal dari Teknik Kimia, Informatika, Mesin, dan Elektro.

Keempat karakter itu memiliki hubungan pertemanan sekaligus masa lalu yang menjadi bagian penting dari jalan cerita.

Mereka kemudian kembali ke sekolah lama untuk mengungkap misteri sebuah kejadian yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Kampus ITN Malang Masuk ke Dalam Cerita

Yang menarik, dunia Morveil tidak sepenuhnya lahir dari tempat imajinatif.

Pada bagian prolog, pemain akan menemukan visual Kampus 2 ITN Malang. Masing-masing karakter digambarkan menjalani aktivitas sesuai bidang studinya.

Mahasiswa Informatika digambarkan tengah melakukan aktivitas pemrograman. Sementara karakter dari Teknik Kimia beraktivitas di laboratorium.

Pendekatan tersebut membuat lingkungan kampus tidak hanya menjadi latar visual. Kampus menjadi bagian dari pengenalan karakter sekaligus pintu masuk menuju konflik utama permainan.

Tim Metaverse bahkan membuat peta Kampus 2 ITN Malang secara khusus di Roblox dengan nama ITN Kampus 2 [REMAKE].

Dimas menyebut pengerjaan Morveil melibatkan sekitar 20 mahasiswa. Mereka bekerja dalam sejumlah bagian, mulai dari immersive engineering hingga digital marketing.

Proses produksinya mencakup pembuatan konsep visual, pemodelan 3D, pemrograman, UI/UX, animasi, hingga elemen audio.

Hasilnya, Morveil dikemas menjadi empat chapter dengan durasi permainan sekitar satu hingga dua jam.

Game tersebut kini sudah dapat dimainkan publik melalui platform Roblox.

Tiga Bulan dari Ide hingga Bisa Dimainkan

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, melihat proses tersebut sebagai salah satu bentuk pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.

Menurutnya, pengerjaan Morveil tidak berhenti pada kemampuan membuat program. Mahasiswa harus menggabungkan kemampuan menyusun skenario, membangun karakter, membuat model 3D, hingga merancang pengalaman interaktif bagi pemain.

“Artinya, ke depan ini menjadi potensi di ITN Malang khususnya di Teknik Informatika untuk mengembangkan teknologi Virtual Reality dan juga Metaverse,” ujar Awan.

Ia mengaku mengikuti perkembangan proyek tersebut sejak proses awal.

“Saya tahu bagaimana mereka memproses membangun karakter, 3D model, skenario,” katanya.

Bagi Tim Metaverse, peluncuran Morveil bukan sekadar memperkenalkan game baru.

Mereka ingin karya tersebut menjadi pemantik bagi mahasiswa baru agar tidak menunggu lama untuk mulai menghasilkan karya.

Dimas berharap Morveil dapat dimainkan lebih banyak orang sekaligus membuka minat mahasiswa baru untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif di kampus.

“Harapan kami, game yang kami buat ini bisa ramai dimainkan, sekaligus memberi inspirasi buat adik-adik mahasiswa baru untuk berani berkarya,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *