AI untuk UMKM: SME DigitalFest 2026 Dorong Bisnis Lebih Efisien dan Perluas Pasar

AI untuk UMKM: SME DigitalFest 2026 Dorong Bisnis Lebih Efisien dan Perluas Pasar

Indonesiandaily.com – Kecerdasan buatan atau AI mulai menjadi alat kerja baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membuat teks atau gambar. Bagi UMKM, AI dapat membantu membuat konten promosi, menulis deskripsi produk, melayani pelanggan hingga menghemat waktu kerja.

Manfaat tersebut menjadi fokus SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI” yang digelar Exabytes Indonesia di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Lebih dari 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor mengikuti kegiatan yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut.

AI membantu UMKM bekerja lebih cepat 

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan perkembangan AI membuka kesempatan bagi UMKM untuk bekerja lebih efisien.

Menurutnya, teknologi yang dahulu lebih banyak digunakan perusahaan besar kini semakin mudah diakses pelaku usaha kecil.

“Dampak paling nyata justru akan dirasakan oleh UMKM,” ujar Indra.

Salah satu contoh datang dari Steven, pelaku usaha Reka Tridi sekaligus pemenang GROWpreneur Competition 2026.

Ia mengatakan AI membantunya mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak tenaga.

“Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” katanya.

Bagi UMKM, efisiensi tersebut berarti waktu dan tenaga dapat dialihkan untuk mengembangkan produk, pemasaran dan pelayanan konsumen.

Tiga langkah UMKM memanfaatkan AI 

Dalam SME DigitalFest 2026, Exabytes memperkenalkan program GROW AI dengan tiga tahapan, yakni Naik Kelas, Naik Omzet dan Naik Level.

Naik Kelas dimulai dengan membangun fondasi digital. UMKM didorong memiliki website, domain, email bisnis dan sistem kerja yang lebih terukur.

Tahap Naik Omzet berfokus pada penggunaan AI untuk aktivitas yang berhubungan langsung dengan penjualan. Misalnya membuat konten, iklan, layanan pelanggan dan pemasaran melalui berbagai kanal.

Selanjutnya, Naik Level diarahkan pada penguatan bisnis melalui akses pendanaan, infrastruktur digital yang aman dan kemitraan.

Dengan tahapan tersebut, penggunaan AI tidak sekadar mengikuti tren. Teknologi diarahkan untuk menjawab kebutuhan usaha.

UMKM tidak hanya mendengar, tetapi mencoba 

SME DigitalFest 2026 juga memberi kesempatan peserta untuk langsung mempraktikkan teknologi.

Salah satunya melalui workshop “Dari Ide Jadi Solusi dalam 30 Menit dengan AI” yang dipandu Alexandro Wibowo.

Peserta juga dapat berkonsultasi melalui AI Clinic, mencoba solusi digital di Demo Lab serta mengunjungi Solution Zone.

Model kegiatan tersebut membuat pelaku UMKM dapat melihat penggunaan AI dari persoalan bisnis yang mereka hadapi sehari-hari.

Dari pasar lokal menuju pasar lebih luas 

Manfaat digitalisasi tidak berhenti pada efisiensi. Teknologi juga membuka peluang UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia, M. Rizki Firdaus, membahas peluang UMKM Indonesia menembus pasar yang lebih luas melalui transformasi digital dan AI.

Sementara Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Tri Wahyudi, memaparkan perkembangan dan arah digitalisasi UMKM di Indonesia.

Pembahasan kemudian diperkuat praktisi dari sisi ekosistem digital, dampak sosial, pengalaman pelanggan, pemasaran dan integrasi operasional.

Salah satunya melalui pengalaman Dapur Bu Sastro yang menunjukkan bahwa digitalisasi tetap dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas usaha.

Operasional lebih sederhana

AI dan sistem digital juga dapat membantu UMKM mengurangi pekerjaan administratif yang menyita waktu.

Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, mencontohkan pengelolaan toko online, stok dan toko offline yang dapat dilakukan melalui sistem terintegrasi.

“Pelaku usaha dapat mengelola toko online, stok inventaris, hingga toko offline di banyak cabang dari satu sistem,” ujarnya.

Bagi usaha yang sedang berkembang, sistem semacam ini membantu pemilik memantau bisnis tanpa harus mengelola setiap proses secara manual.

Pengalaman dan jaringan untuk pelaku UMKM

SME DigitalFest 2026 juga menghadirkan GROWpreneur Competition 2026. Ajang tersebut memberi kesempatan pelaku UMKM mempresentasikan bisnisnya di hadapan para ahli industri.

Steven dari Reka Tridi keluar sebagai pemenang dan memperoleh Exabytes Credit untuk mendukung pengembangan bisnis.

Menurut Steven, kompetisi tersebut memberinya pengalaman sekaligus kesempatan memperluas jaringan.

“Saya berharap bisnis saya dapat berkembang lebih baik lagi,” katanya.

Pada akhirnya, pemanfaatan AI bagi UMKM tidak harus dimulai dari teknologi yang rumit.

Pembuatan konten, pengelolaan pelanggan, pemasaran hingga pekerjaan administratif dapat menjadi pintu masuk.

Melalui SME DigitalFest 2026, Exabytes Indonesia mendorong UMKM membangun fondasi digital sekaligus memanfaatkan AI untuk bekerja lebih efisien dan membuka peluang pertumbuhan.

Semangat tersebut dirangkum melalui GROW AI: Run Smarter, Operate Faster, GROW Further.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *