Menteri Agama Launching Maliki Pesantren Metric, Juluki UIN Malang sebagai Kampus Berkah

Menteri Agama Launching Maliki Pesantren Metric, Juluki UIN Malang sebagai Kampus Berkah

Indonesiandaily.com – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyebut Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kampus yang memiliki modal kuat untuk menjadi “kampus berkah”.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri peluncuran Maliki Pesantren Metric di UIN Malang, Jum’at (02/10). Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. juga memaparkan capaian kinerja dan agenda akselerasi internasionalisasi kampus.

Menurut Nasaruddin, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup dilihat dari banyaknya mahasiswa, lulusan, prestasi, maupun capaian akademik. Lebih jauh, perguruan tinggi harus mampu menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Yang kita ukur bukan hanya input dan output, tetapi juga outcome dan impact,” kata Nasaruddin.

Ia menjelaskan, input berbicara tentang siapa dan berapa banyak mahasiswa yang masuk. Output melihat jumlah serta kualitas lulusan. Sementara outcome dan impact mengukur perubahan yang muncul setelah ilmu dan pendidikan diberikan kepada masyarakat.

Bagi perguruan tinggi Islam, kata dia, ukuran tersebut harus memiliki dimensi tambahan. Ilmu tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi harus terlihat dalam perilaku dan pengabdian.

“Ilmu kita harus diamalkan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Mengejar Statistik

Nasaruddin mengingatkan perguruan tinggi agar tidak terjebak pada pencapaian statistik. Jumlah mahasiswa, akreditasi, publikasi, fasilitas, hingga prestasi memang penting, tetapi bukan tujuan akhir pendidikan.

Ia mencontohkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menghasilkan berbagai kemajuan, tetapi sekaligus bisa digunakan untuk menciptakan senjata pemusnah.

Maka menurutnya, kemajuan ilmu harus berjalan bersama nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

“Jangan bangga melampaui batas kalau mendapatkan prestasi,” katanya.

Dari perspektif Islam, perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan ilmuwan yang menguasai pengetahuan. Kampus juga memiliki tanggung jawab melahirkan intelektual dan cendekiawan yang mampu menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan.

UIN Malang Dorong Kampus Berkah

Nasaruddin kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan UIN Malang. Ia menilai kampus yang memiliki identitas keislaman, tradisi pesantren, mahasiswa internasional. Serta berbagai program pengembangan Al-Qur’an memiliki modal sosial dan spiritual untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas.

“Bagaimana menjadikan kampus ini kampus mubarakah?” ujarnya.

Ia menyebut keberkahan tidak semata-mata dapat diukur dari kecanggihan fasilitas atau tingginya capaian statistik. Keberkahan, menurutnya, berkaitan dengan hadirnya nilai dan manfaat yang dirasakan lebih luas.

“Al-barakah fil jamaah. Di mana ada sinergi, di situ ada energi,” katanya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peluncuran Maliki Pesantren Metric. Instrumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur capaian kampus, tetapi juga mendorong perguruan tinggi untuk melihat dampak pendidikan secara lebih utuh.

Ilmu, Al-Qur’an dan Internasionalisasi

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. mengatakan satu tahun kepemimpinannya menjadi fase awal transformasi kampus.

Ia menegaskan, capaian yang telah diraih bukan alasan untuk berhenti, melainkan fondasi untuk memperkuat kontribusi UIN Malang kepada masyarakat.

“Masih banyak inovasi yang harus kami lakukan dan masih banyak masyarakat yang harus kami layani,” ujar Prof Ilfi.

Dalam pemaparannya, Ilfi menyampaikan sejumlah capaian akademik dan internasionalisasi. Sekitar 68 persen program studi telah memiliki akreditasi unggul, sementara proses peningkatan akreditasi terus dilakukan pada program studi lainnya.

Dari sisi internasionalisasi, pada 2025 sebanyak 21 persen program studi telah memperoleh akreditasi internasional. Tahun ini, sejumlah program studi kembali dipersiapkan untuk mengajukan akreditasi internasional.

UIN Malang menargetkan proporsi program studi terakreditasi internasional terus meningkat hingga 2027.

Di sisi lain, penguatan karakter keislaman menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari pendidikan akademik. Ilfi menyebut mahasiswa UIN Malang diarahkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami kitab turats sebagai bagian dari pembentukan kompetensi lulusan.

Program penguatan Al-Qur’an juga terus dikembangkan melalui pembinaan mahasiswa dan berbagai aktivitas tahfiz.

Bagi UIN Malang, capaian tersebut bukan sekadar angka. Ia menjadi bagian dari upaya membangun lulusan yang memiliki kemampuan akademik sekaligus nilai keislaman.

Pesan Menteri Agama tentang kampus berkah pun menemukan relevansinya di sini: pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa memperoleh ijazah, tetapi baru bermakna ketika ilmu yang diperoleh mampu memberi manfaat bagi kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *