Rektor Unisma Ajak Umat Islam Perkuat Kesalehan Sosial di Bulan Ramadan

Indonesiandaily.com- Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. H. Junaidi, menegaskan bahwa bulan Ramadan tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah tahunan, tetapi merupakan momentum penting untuk melakukan penyucian diri secara menyeluruh, baik dalam aspek pribadi maupun sosial.

Menurutnya, kehadiran Ramadan merupakan anugerah yang patut disyukuri karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk kembali menjumpai bulan suci tersebut setiap tahun.

Ia menjelaskan bahwa puasa yang diwajibkan kepada umat Islam memiliki tujuan utama membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 183.

“Ayat tersebut menjelaskan dengan jelas bahwa subjek yang diwajibkan berpuasa adalah orang-orang yang beriman, dengan tujuan agar mereka menjadi pribadi yang bertakwa,” ujarnya.

Prof. Junaidi menambahkan bahwa makna puasa tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa menuntut umat Islam untuk menjaga perilaku dan ucapan dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Ia mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa puasa berfungsi sebagai perisai bagi seorang Muslim.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

“Puasa adalah perisai. Karena itu, seseorang yang berpuasa hendaknya tidak berkata kotor dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik. Jika ada orang yang mengajak bertengkar, katakanlah bahwa kita sedang berpuasa,” jelasnya.

Dalam pandangannya, puasa memiliki dua dimensi utama dalam proses penyucian diri. Pertama adalah dimensi personal yang membentuk kesalehan individu, seperti kemampuan menahan diri, menumbuhkan kerendahan hati, dan membangun kepercayaan diri yang sehat.

Dimensi kedua adalah kesalehan sosial yang mendorong tumbuhnya empati, kepedulian, serta solidaritas terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk memperkuat ibadah puasa dengan menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah.

“Bersihkanlah harta dengan zakat dan obatilah kesulitan dengan sedekah,” ujarnya mengutip sabda Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa Ramadan harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial sehingga ibadah puasa tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat.

Di akhir pesannya, Prof. Junaidi berharap seluruh ibadah yang dijalankan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT dan mampu membentuk pribadi yang bertakwa.

Ia juga menegaskan komitmen Unisma dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui berbagai program studi yang telah meraih akreditasi unggul dan internasional.

“Pilihan yang kita ambil hari ini akan menentukan masa depan. Unisma siap mencetak lulusan yang memiliki daya saing global,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *