Indonesiandaily.com – Edukasi kesehatan di pesantren tidak harus berlangsung dalam bentuk ceramah. Pengetahuan tentang kesehatan bisa disampaikan melalui diskusi, permainan, kreativitas, hingga praktik langsung.
Pendekatan tersebut diterapkan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan Healthy Santri.
Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Tahfidzul Al-Furqan, Minggu (23/8/2026). Sebanyak 83 santri mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan kesehatan secara menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan tersebut melibatkan 22 relawan dan 10 dosen Program Studi Sarjana Farmasi FKIK UIN Malang.
Santri Tak Sekadar Mendengar
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama sebelum dilanjutkan pembukaan. Setelah itu, santri mengikuti sesi edukasi bertema “Santri Sehat”.
Dalam sesi tersebut, Duta Santri Nasional memberikan materi mengenai kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Penyampaian materi dibuat interaktif. Santri tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diberi kesempatan bertanya dan menyampaikan pendapat.
Setelah mendapatkan materi, para santri dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka kemudian berdiskusi bersama dosen, panitia, dan relawan.
Topik diskusi berkaitan dengan informasi kesehatan yang telah disampaikan sebelumnya. Santri dapat menceritakan pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta memberikan pandangan mengenai persoalan kesehatan.
Cara ini membuat edukasi kesehatan berlangsung dua arah. Santri didorong untuk memahami informasi sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan Diubah Jadi Infografis
Hasil diskusi kemudian dituangkan dalam bentuk infografis. Setiap kelompok membuat karya yang berisi informasi kesehatan dengan pendampingan dosen, panitia, dan relawan.
Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Dosen kemudian menilai karya dan penyampaian peserta berdasarkan sejumlah kriteria.
Kelompok dengan hasil terbaik mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka.
Rangkaian kegiatan juga diisi permainan yang melibatkan santri, panitia, dan relawan. Suasana dibuat lebih santai agar peserta tetap aktif mengikuti seluruh kegiatan.
Kenalkan Spray Anti-Tungau
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi spray anti-tungau “Miutera”.
Demonstrasi dipimpin Ketua Pelaksana kegiatan, Saskia Nurmala Intan Riefanti. Miutera merupakan produk hasil inovasi mahasiswa yang diperkenalkan sebagai salah satu penerapan pengetahuan farmasi.
Melalui demonstrasi tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai penggunaan spray untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan dari tungau.
Santri juga dapat melihat secara langsung tahapan penggunaan produk tersebut.
Setelah demonstrasi, spray anti-tungau “Miutera” diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Pondok Pesantren Salafiyah Tahfidzul Al-Furqan.
Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pesantren.
Bangun Kebiasaan Hidup Sehat
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut ditutup dengan evaluasi peserta, dokumentasi, doa, dan penutupan.
FKIK UIN Malang berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran santri mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Edukasi kesehatan di pesantren dinilai penting karena santri menjalani banyak aktivitas secara bersama dalam lingkungan yang sama.
Karena itu, pengetahuan mengenai kebersihan dan pencegahan penyakit perlu diarahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Melalui kegiatan yang interaktif dan praktis, FKIK UIN Malang berupaya mendorong santri menjadi bagian dari terciptanya lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman.



