Indonesiandaily.com – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Tahun 2026 resmi berakhir dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Penutupan PBAK bukan sekadar tanda berakhirnya masa pengenalan kampus. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa baru untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke dalam perjalanan akademik mereka.
Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Solihah, S.Ag., M.M., mengajak mahasiswa baru memaknai penutupan PBAK secara lebih mendalam.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian, empati, serta rasa persaudaraan di tengah perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar UIN Malang.
Mahasiswa Diajak Peduli Korban Musibah
Ita juga mengajak mahasiswa baru mendoakan saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajakan tersebut menjadi pesan penting bahwa kebahagiaan memasuki dunia perkuliahan tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
“Di tengah kebahagiaan dan kebersamaan, kita tetap harus memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” menjadi pesan yang mengemuka dalam suasana penutupan PBAK.
Sebagai bentuk nyata dari pesan tersebut, Kabiro AAKK menunjuk salah satu mahasiswa baru untuk memimpin doa.
Momen itu menjadi simbol bahwa mahasiswa UIN Malang diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang unggul secara akademik. Mereka juga dituntut memiliki kepedulian sosial dan landasan nilai keagamaan yang kuat.
Bernyanyi Bersama, Meneguhkan Cinta Tanah Air
Suasana penutupan semakin semarak ketika mahasiswa baru bersama Band Rebellion Rose menyanyikan lagu “Tanah Air Beta”.
Lagu yang sarat dengan kecintaan terhadap tanah air itu terasa semakin bermakna di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam merawat rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.
Bagi mahasiswa baru UIN Malang, semangat kebangsaan itu diharapkan berjalan beriringan dengan nilai keislaman dan kehidupan akademik.
“Terima Kasih” Mengingatkan Pengorbanan Orang Tua
Momen penutupan kemudian bergerak ke suasana yang lebih reflektif ketika Rebellion Rose membawakan lagu “Terima Kasih”.
Lagu tersebut mengingatkan mahasiswa baru pada sosok orang tua dan keluarga yang mungkin kini berada jauh dari mereka.
Di balik langkah mahasiswa memasuki dunia perkuliahan, terdapat doa, harapan, serta pengorbanan orang tua yang terus menyertai.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa tidak melupakan keluarga sebagai sumber kekuatan dalam menempuh pendidikan.
Bekal Menjadi Generasi UIN Malang
Penutupan PBAK UIN Malang 2026 pada akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan tentang rangkaian kegiatan pengenalan kampus.
Lebih dari itu, mahasiswa baru diharapkan membawa nilai ilmu, keberagamaan, kepedulian, kecintaan terhadap tanah air, serta penghormatan kepada orang tua.
Ilmu dan keberagamaan diharapkan berjalan beriringan. Keduanya menjadi fondasi untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak dan memiliki empati.
Dengan berakhirnya PBAK, perjalanan mahasiswa baru UIN Malang justru memasuki babak baru.
Mereka diharapkan memulai perjalanan akademik dengan tekad kuat untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai tanah air, menyayangi keluarga, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
