Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan kurang lebih 2.500 paket daging qurban. Dengan menerapkan konsep Go Green yang mengedepankan tanpa menciptakan sampah plastik sama sekali.
Ketua Panitia Kurban 1447 H UMM, Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.Pd.I., M.H.I., menjelaskan bahwa pihaknya memastikan tidak ada penggunaan kantong kresek hitam. Ia pun menegaskan bahwa esensi berkurban bukan semata-mata untuk meraih derajat takwa, melainkan juga menjadi wujud nyata kepedulian manusia dalam menjaga kelestarian alam dan peradaban.
“Alhamdulillah, kami senantiasa mengusung Go Green. Jadi, spirit qurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” ungkap Yasin, Rabu (27/05).
Pada penyelenggaraan kurban tahun ini, panitia juga mencatatkan peningkatan jumlah hewan dari 18 ekor pada tahun sebelumnya menjadi 20 ekor sapi, beserta sejumlah kambing.
Distribusi daging mencakup ranah internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang. Hingga mereka sebarkan ke Sumbawa dalam bentuk Sapi hidup sebanyak enam ekor.
Manajemen Penyembelihan Secara Presisi
Guna memastikan pembagian yang adil dan merata, Yasin memaparkan bahwa manajemen penyembelihan dilakukan secara presisi. Yakni dengan menghitung persentase karkas dan daging murni dari total bobot sapi, bukan sekadar menebak ukuran.
“Kami mengambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi sapi disembelih berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuhnya.
Panitia membagikan paket dengan takaran bervariasi, mulai dari 0,75 kilogram hingga 1 Kg daging murni yang mereka tambahkan dengan tulang dan jeroan.
Sinergi dari pendanaan sukarela dosen dan karyawan menghasilkan kesuksesan distribusi ribuan paket daging dalam besek ramah lingkungan ini. Dengan melibatlan 27 panitia inti, 70 anggota tim teknis, relawan mahasiswa, hingga 12 Juru Sembelih Halal (Juleha).
Sejalan dengan Misi Pelestarian Lingkungan
Yasin merinci bahwa panitia mengawal seluruh proses pengemasan secara ketat agar tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus.
“Kami menggunakan besek, mengalasi dengan daun, kemudian mengikat dengan tali serabut,” tambahnya.
Momentum Iduladha di Universitas Muhammadiyah Malang tahun ini memberikan pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat luas. Melalui qurban gGo Green, UMM membuktikan bahwa ibadah ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.
Harapannya, inovasi penggunaan besek bambu ini dapat menginspirasi instansi maupun masyarakat umum untuk mulai meninggalkan plastik. Hingga keberkahan qurban dirasakan oleh alam semesta melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
