Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat tata kelola pendidikan internasional. Langkah ini dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mahasiswa Asing dan Kelas Internasional Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar Senin (3/8/2026) di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim), Gedung AA Polinema. Monev menjadi bagian dari upaya kampus memastikan mahasiswa asing dapat menyelesaikan studi sesuai target.
Kegiatan dipimpin Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polinema, Prof. Dr. Eng. Rosa Andrie Asmara, S.T., M.T. Hadir pula para ketua program studi, Koordinator Kelas Internasional, Timja Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, serta Timja Bidang Akademik.
Pastikan Mahasiswa Asing Lulus Tepat Waktu
Prof. Rosa menekankan pentingnya penyelesaian studi mahasiswa asing sesuai masa studi yang ditetapkan dalam skema beasiswa.
Menurutnya, ketepatan waktu studi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan internasional. Karena itu, mahasiswa asing perlu memperoleh pendampingan akademik dan administratif secara optimal.
“Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi sesuai target yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut.
Dalam forum itu, setiap program studi memaparkan perkembangan akademik. Khususnya mahasiswa asing dan kelas internasional di unit masing-masing.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas mahasiswa asing memiliki capaian akademik yang baik. Namun, sejumlah persoalan masih ditemukan dan membutuhkan penanganan lintas unit.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan penyelesaian tugas akhir, keterlambatan kelulusan. Juga mahasiswa yang kurang responsif dalam proses monitoring. Hingga persoalan administrasi akademik dan wisuda.
11 Joint Degree Sudah Disetujui
Monev tidak hanya membahas perkembangan mahasiswa. Polinema juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai program internasional. Khususnya yang menjadi bagian dari agenda internasionalisasi kampus.
Hingga 2026, sebanyak 11 program Joint Degree telah memperoleh persetujuan. Pada saat yang sama, persiapan keberangkatan mahasiswa untuk mengikuti program Joint Degree dan Student Exchange terus dilakukan.
Polinema juga tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2026.
Kesiapan tersebut menuntut koordinasi yang semakin kuat. Terutama antara program studi, bidang akademik, bidang kerja sama, dan unit terkait lainnya.
Administrasi Mahasiswa Asing Jadi Perhatian
Persoalan administrasi turut menjadi salah satu agenda penting dalam evaluasi. Pendampingan pengumpulan dokumen, administrasi wisuda. Hingga koordinasi pencairan dana bagi peserta program mobilitas internasional menjadi perhatian.
Program studi dan Koordinator Kelas Internasional didorong memperkuat komunikasi dengan mahasiswa. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan akademik maupun administratif dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan.
Polinema juga akan melakukan monitoring akademik secara berkala. Pendampingan khusus akan diberikan kepada mahasiswa yang menghadapi kendala dalam proses studinya.
Selain itu, kampus mendorong pemenuhan target Satuan Kredit Kegiatan Exposure Internasional (SKKEI) di setiap program studi.
Seluruh administrasi mahasiswa asing dan kelas internasional juga ditargetkan dapat diselesaikan secara tertib dan tepat waktu.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Polinema membangun ekosistem pendidikan internasional yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas mahasiswa. Namun juga pada kualitas layanan, ketepatan masa studi, dan pengalaman akademik mahasiswa internasional.
Melalui Monev 2026, Polinema menegaskan arah internasionalisasi pendidikan tingginya. Tata kelola mahasiswa asing diperkuat agar lebih berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.
Upaya ini sekaligus menjadi pijakan Polinema untuk memperluas jejaring global. Serta memperkuat daya saing institusi di tengah semakin terbukanya persaingan pendidikan tinggi internasional.
