Mahasiswa FT UB Teliti Jaringan Telekomunikasi Tahan Perubahan Iklim di Prancis

Mahasiswa FT UB Teliti Jaringan Telekomunikasi Tahan Perubahan Iklim di Prancis

Indonesiandaily.com – Prestasi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menembus panggung internasional. Dua mahasiswa Departemen Teknik Elektro FT UB, Irfan Dzaki Fajarhari dan Syafiqa Aurelia Satisma, sukses mengikuti Student Research Visit melalui program Universitas Brawijaya Students Academic Research Scheme (UB STARS) yang digagas International Office Universitas Brawijaya melalui Global Academic Engagement (GAE).

Melalui program tersebut, keduanya berkesempatan melakukan riset kolaboratif internasional di Laboratoire d’Informatique, Signaux et Systèmes de Sophia Antipolis (i3S), Université Côte d’Azur, Prancis. Penelitian mereka dibimbing Associate Professor Ramon Aparicio-Pardo bersama dosen FT UB, Dr. Fakhriy Hario Partiansyah, S.T., M.T., IPM.

Kolaborasi ini menjadi bukti semakin kuatnya kiprah mahasiswa FT UB dalam menghasilkan riset yang menjawab persoalan global. Sekaligus memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi kelas dunia.

Kembangkan Jaringan Telekomunikasi Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Dalam program tersebut, Irfan dan Syafiqa mengembangkan penelitian bertajuk “Multi-Objective Techno-Economic Optimization of a Climate Risk-Aware Hybrid Fiber Optic–Microwave Backbone Network Palapa Ring Timur, Papua.”

Riset ini menawarkan solusi pengembangan jaringan backbone telekomunikasi berbasis hybrid fiber optik dan microwave yang dirancang mampu bertahan menghadapi dampak perubahan iklim.

Studi kasus difokuskan pada Palapa Ring Timur di Papua, kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, curah hujan ekstrem, hingga kenaikan muka air laut. Berbagai ancaman tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan infrastruktur telekomunikasi di wilayah timur Indonesia.

Untuk menjawab tantangan itu, kedua mahasiswa mengembangkan framework optimasi multiobjektif yang mengintegrasikan Climate Risk Assessment Index (CRAI) ke dalam proses perencanaan jaringan.

Pendekatan tersebut menghasilkan desain jaringan yang tidak hanya tangguh terhadap risiko iklim. Tetapi juga efisien dari sisi investasi (CAPEX) maupun biaya operasional.

Penelitian memanfaatkan berbagai teknologi komputasi modern, mulai dari pemodelan risiko iklim berbasis data geospasial, traffic engineering, perancangan topologi jaringan. Hingga optimasi menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan perangkat lunak IBM ILOG CPLEX Optimization Studio.

Belajar Langsung di Laboratorium Riset Internasional

Selama berada di Prancis, Irfan dan Syafiqa tidak hanya menjalankan penelitian, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas akademik bersama para peneliti Laboratoire i3S.

Mereka mengikuti diskusi ilmiah, validasi model penelitian, evaluasi hasil simulasi, hingga penyusunan publikasi ilmiah internasional. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung penyelesaian tugas akhir melalui bimbingan langsung dari para peneliti internasional.

Irfan mengaku pengalaman mengikuti UB STARS menjadi salah satu momen paling berharga selama menjalani pendidikan di Universitas Brawijaya.

“Program UB STARS memberikan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Tidak hanya belajar melakukan riset di laboratorium berstandar internasional, kami juga berdiskusi langsung dengan para peneliti dari berbagai negara mengenai pengembangan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya,” ujar Irfan.

Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan infrastruktur telekomunikasi Indonesia yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Tantangan di Prancis Jadi Bekal Menjadi Peneliti Global

Selama menjalani program di Prancis, keduanya juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari gelombang panas (heatwave), tingginya biaya hidup. Hingga proses adaptasi terhadap budaya kerja dan sistem riset di lingkungan akademik internasional.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi. Serta membangun kemandirian sebagai peneliti muda yang siap bersaing di tingkat global.

Irfan pun mengajak mahasiswa Universitas Brawijaya lainnya agar tidak ragu memanfaatkan berbagai peluang internasional yang disediakan fakultas maupun universitas.

“Jangan ragu untuk mencoba dan memanfaatkan setiap peluang yang diberikan oleh Fakultas Teknik maupun Universitas Brawijaya. Baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun kolaborasi internasional. Persiapkan kemampuan akademik, kemampuan berbahasa Inggris, serta kemauan untuk terus belajar,” katanya.

Menurutnya, pengalaman internasional mampu meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat kompetensi penelitian. Juga memperluas jejaring akademik, sekaligus membuka peluang studi lanjut maupun karier di tingkat global.

Keikutsertaan mahasiswa FT UB dalam program UB STARS menjadi bukti bahwa kualitas riset mahasiswa Universitas Brawijaya semakin mendapat pengakuan internasional.

Melalui kolaborasi lintas negara, FT UB terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi. Tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi tantangan global. Termasuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi Indonesia yang lebih tangguh, efisien, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *