Indonesiandaily.com – Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (UNISMA) semakin agresif memperluas kolaborasi internasional. Melalui program double degree dan joint degree, mahasiswa tidak hanya memperoleh dua ijazah dari Indonesia dan luar negeri. Namun juga memiliki peluang besar langsung bekerja di perusahaan-perusahaan ternama di Taiwan setelah lulus.
Dekan Fakultas Teknik UNISMA Malang, Dr. Ena Marlina, ST., MT., menjelaskan bahwa program internasional tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan kini memasuki pengiriman mahasiswa angkatan ketiga.
“Program ini menjadi salah satu upaya kami menyiapkan lulusan yang mampu bersaing secara global. Mereka tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga menjalani internship hingga langsung masuk ke dunia industri,” ujarnya.
FT UNISMA Malang menjalankan dua skema pendidikan internasional. Pertama, program 2+2, yakni dua tahun kuliah di UNISMA Malang dan dua tahun di Taiwan. Kedua, program 3+1, yaitu tiga tahun kuliah di Indonesia kemudian satu tahun di Taiwan yang dipadukan dengan program magang industri.
Program tersebut terbuka bagi mahasiswa Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Sipil. Sementara Teknik Informatika mulai dipersiapkan untuk mengikuti skema serupa.
Lulus Dua Gelar, Langsung Bekerja
Keunggulan program ini bukan hanya memberikan pengalaman belajar internasional, tetapi juga membuka akses kerja di perusahaan-perusahaan besar Taiwan.
Mahasiswa yang mengikuti program tersebut memperoleh dua gelar sekaligus, yakni gelar sarjana dari UNISMA Malang dan gelar Bachelor of Science (BSc) dari universitas mitra di Taiwan.
Setelah menyelesaikan studi, para lulusan hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mengurus administrasi kelulusan di Indonesia sebelum kembali ke Taiwan guna memulai kontrak kerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
“Mereka langsung dikontrak oleh industri di Taiwan. Jadi setelah lulus tidak perlu lagi mencari pekerjaan karena sudah mendapatkan penempatan,” jelas Ena.
Bahkan selama menjalani studi di Taiwan, mahasiswa juga memperoleh beasiswa penuh beserta uang saku sekitar Rp5 juta per bulan.
Setelah resmi bekerja, pendapatan yang diterima diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta per tahun, tergantung perusahaan dan posisi yang ditempati.
Seleksi Ketat, IPK Minimal 3,00
Meski menawarkan prospek karier yang sangat menarik, program tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh mahasiswa.
Mahasiswa harus mendaftar dan mengikuti berbagai tahapan seleksi. Persiapan dilakukan sejak satu tahun sebelum keberangkatan, mulai dari kemampuan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga penguatan kompetensi akademik. Salah satu syarat utama adalah memiliki IPK minimal 3,00.
Sejauh ini, FT UNISMA Malang telah mengirimkan 13 mahasiswa ke Taiwan, terdiri atas empat mahasiswa pada angkatan pertama, tujuh mahasiswa pada angkatan kedua, dan dua mahasiswa yang akan diberangkatkan pada gelombang berikutnya.
Perluas Kerja Sama Internasional
Selain dengan Minghsin University of Science and Technology di Taiwan, Fakultas Teknik UNISMA Malang juga tengah memperluas jejaring dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, termasuk Shenzhen University di Tiongkok.
Kerja sama yang dibangun tidak hanya sebatas program double degree, tetapi juga mencakup student exchange, internship, team teaching, riset kolaboratif, hingga pertukaran dosen.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi internasional juga terjalin dengan Université de Lorraine di Prancis.
Kerja sama tersebut diawali melalui riset bersama di bidang energi terbarukan. Dari kolaborasi itu, setiap tahun satu mahasiswa dari Prancis menjalani program internship selama enam bulan di Fakultas Teknik UNISMA Malang.
Mahasiswa asal Prancis bernama Abderrahim, yang berasal dari Maroko, menjadi salah satu peserta internship terbaru. Selama berada di Malang, ia melakukan riset lintas disiplin mengenai energi terbarukan dengan pendampingan dosen FT UNISMA Malang.
