Indonesiandaily.com – Prodi Profesi Dokter Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat perannya dalam mencetak dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami. Melalui integrasi ilmu kedokteran, nilai-nilai keislaman, dan kompetensi kesehatan haji, UIN Malang menyiapkan lulusan yang siap menjawab kebutuhan tenaga medis nasional.
Ketua Prodi Profesi Dokter UIN Malang, dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect., Dis., menjelaskan bahwa pendidikan dokter di UIN Malang terdiri atas dua tahap, yakni Program Sarjana Kedokteran selama sekitar 3,5 tahun dan Program Profesi Dokter selama dua semester.
“Program Sarjana Kedokteran menghasilkan lulusan bergelar Sarjana Kedokteran. Setelah itu mahasiswa melanjutkan ke Program Profesi Dokter untuk memperoleh gelar dokter,” ujarnya.
Program Studi Kedokteran UIN Malang mulai berdiri pada 2016 dengan membuka Program Sarjana Kedokteran. Adapun Program Profesi Dokter mulai berjalan pada 2020 setelah angkatan pertama menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menurut Abdul Malik, hampir seluruh lulusan Sarjana Kedokteran UIN Malang melanjutkan ke Program Profesi Dokter. Salah satu syarat yang harus dipenuhi ialah memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 serta memenuhi persyaratan kesehatan dan administrasi akademik.
“Selama ini hampir 100 persen lulusan Sarjana Kedokteran melanjutkan ke Program Profesi Dokter. Hanya satu atau dua mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan karena tidak memenuhi syarat akademik,” katanya.
Ia menambahkan, Program Profesi Dokter UIN Malang hanya menerima lulusan dari Program Sarjana Kedokteran UIN Malang. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kesinambungan proses pendidikan dan mutu lulusan.
Integrasi Keislaman dan Kesehatan Haji Jadi Pembeda
Di tengah banyaknya fakultas kedokteran di Indonesia, UIN Malang menawarkan keunggulan yang menjadi identitas kampus, yakni integrasi keislaman dalam praktik kedokteran serta kompetensi kesehatan haji.
Abdul Malik menjelaskan, sekitar 80 persen kurikulum pendidikan dokter mengacu pada standar nasional. Sementara 20 persen lainnya menjadi ruang bagi setiap perguruan tinggi untuk menghadirkan keunggulan masing-masing.
“Keunggulan kami terletak pada integrasi keislaman dengan ilmu kedokteran serta kesehatan haji. Ini menjadi nilai tambah yang dimiliki lulusan dokter UIN Malang,” ungkapnya.
Menurutnya, fokus pada kesehatan haji dipilih karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Kondisi tersebut membutuhkan tenaga medis yang memahami pelayanan kesehatan jamaah, mulai dari persiapan di Tanah Air hingga pendampingan selama berada di Arab Saudi.
“Kami ingin mencetak dokter yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola kesehatan jamaah haji,” jelasnya.
Serapan Lulusan Tinggi, Peluang Karier Terbuka Luas
UIN Malang saat ini memiliki kuota Program Sarjana Kedokteran sebanyak 100 mahasiswa setiap tahun. Jumlah peserta Program Profesi Dokter mengikuti jumlah lulusan sarjana yang tersedia dan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Tingginya kebutuhan tenaga medis membuat lulusan Prodi Profesi Dokter UIN Malang memiliki tingkat serapan yang sangat tinggi. Seluruh lulusan wajib mengikuti program internship sebelum menjalankan praktik sebagai dokter.
“Kalau lulusan dokter bisa dikatakan 100 persen langsung terserap karena semuanya wajib mengikuti program internship di rumah sakit atau puskesmas yang ditunjuk pemerintah,” ujar Abdul Malik.
Setelah menyelesaikan internship, para alumni berkarier di rumah sakit, klinik, puskesmas, institusi pendidikan, hingga instansi militer. Bahkan, pada tahun ini empat alumni Prodi Profesi Dokter UIN Malang dipercaya menjadi petugas kesehatan haji Indonesia.
Siap Dukung Pemenuhan Dokter di Indonesia
Abdul Malik menilai tantangan utama dunia kesehatan saat ini bukan lagi sekadar jumlah dokter, melainkan pemerataan distribusinya. Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa maupun kawasan terpencil masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis.
“Secara jumlah mungkin sudah mendekati kebutuhan minimal. Tetapi penyebarannya yang belum merata. Masih banyak daerah yang membutuhkan dokter,” katanya.
Maka, Prodi Profesi Dokter UIN Malang berkomitmen terus mencetak dokter yang profesional, berkarakter Islami, dan siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia. Selain menjadi dokter layanan kesehatan, para lulusan juga memiliki peluang berkarier sebagai dosen, peneliti, maupun tenaga kesehatan di berbagai bidang.
“Kebutuhan dokter akan selalu ada. Pendidikan dokter harus terus berjalan untuk mendukung pembangunan kesehatan Indonesia,” pungkasnya.
