Wakil Mentri Agama RI Juluki UIN Malang sebagai Kampus Penuh Berkah

Wakil Mentri Agama RI Juluki UIN Malang sebagai Kampus Penuh Berkah

Indonesiandaily.com – Wakil Mentri Agama (Wamenag) RI, Dr KH Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menjuluki Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kampus penuh berkah.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag Muhammad Syafi’i menyampaikan kehadirannya menjadi momentum untuk menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi keagamaan dengan agenda pembangunan nasional. Berbagai gagasan mengenai pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu layanan akademik, hingga pembangunan budaya kampus yang ramah, inklusif, dan berkeadilan, ia uraikan.

“Kampus UIN Malang ini saya juluki sebagai Kampus Penuh Berkah, karena mengedepankan inklusif ke semua kalangan,” ungkap Wamenag RI ini, Senin (29/06).

Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kampusnya telah membangun budaya yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, tanpa diskriminasi maupun kekerasan. Menurutnya, seluruh sivitas akademika didorong untuk menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan mendukung kemajuan bersama.

“Kampus ini terbuka untuk semua. Mahasiswa kami tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga dari berbagai latar belakang agama. Alhamdulillah, mahasiswa non-Muslim dapat belajar dengan nyaman, diterima dengan baik, dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus,” ujar Prof. Ilfi.

Wakil Mentri Agama RI Juluki UIN Malang sebagai Kampus Penuh Berkah
Wamenag RI (tengah depan) bersama Rektor UIN Malang dan peserta halaqah Pendidikan Berkeadilan.

Sebagai Dorongan Agar Terus Berkembang

Menanggapi pernyataan Wakil Menteri Agama mengenai konsep “kampus penuh berkah”, Rektor UIN Malang ini menafsirkan istilah tersebut sebagai dorongan agar perguruan tinggi terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri.

“Berkah itu maknanya kebaikan yang terus meningkat. Harapan beliau, kampus ini terus maju, melakukan percepatan, inovasi, dan kreativitas tanpa berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan fisik kampus yang semakin modern bukanlah tujuan akhir. Kehadiran sarana, prasarana, dan laboratorium yang memadai harus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Tujuan akhirnya bukan pembangunan fisiknya, tetapi melahirkan lulusan yang berkualitas, kompeten, dan sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Kehadiran Wamenag RI ini dalam rangka Halaqah Pendidikan Berkeadilan. Dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan yang Inklusif, Bermutu dan Berkeadilan untuk Indonesia Emas”.

Acara ini diselenggarakan di aula FKIK Gedung Ar Rahim Lantai 3 Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *