Indonesiandaily.com – Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan melalui berbagai kerja sama luar negeri. Salah satu program unggulannya adalah joint degree dengan perguruan tinggi di Taiwan yang membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman akademik sekaligus akses karier di tingkat global.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UNISMA, Dr. Ismi Choirotin, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan bahwa penguatan kompetensi global menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.
“Sekarang semua lulusan harus memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara internasional. Karena itu kami terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri luar negeri,” ujarnya, Senin (08/06).
Program Teknik Mesin UNISMA Malang sendiri telah berdiri sejak 1983 dan saat ini terakreditasi Baik Sekali. Prodi tersebut menargetkan peningkatan status menjadi Unggul pada proses reakreditasi tahun 2027.
Jalin Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri
Sebagai bagian dari strategi internasionalisasi, Teknik Mesin UNISMA aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Asia, antara lain di Malaysia, Thailand, dan Taiwan. Bentuk kerja sama yang dilakukan meliputi joint teaching, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, hingga program summer camp.
Mahasiswa Teknik Mesin UNISMA Malang bahkan dapat mengikuti perkuliahan yang menghadirkan dosen dari luar negeri secara daring. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti program pertukaran dan kegiatan akademik internasional di kampus mitra.
Salah satu kerja sama yang kini menjadi andalan adalah program joint degree dengan St. John University Taiwan. Program yang memasuki tahun kedua ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk melanjutkan studi di Taiwan dengan dukungan beasiswa penuh.
“Alhamdulillah, kami sudah memberangkatkan empat mahasiswa ke Taiwan. Dalam waktu dekat akan kembali dibuka rekrutmen untuk peserta berikutnya,” kata Ismi.

Beri Pengalaman Belajar di Negera Maju
Menurutnya, program tersebut memberikan banyak keuntungan bagi mahasiswa. Selain memperoleh pengalaman belajar di negara maju, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan dunia industri yang memiliki hubungan erat dengan kampus.
Ia menilai ekosistem pendidikan tinggi di Taiwan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan dunia akademik secara lebih kuat. Hasil penelitian mahasiswa maupun dosen banyak yang langsung diterapkan oleh perusahaan sehingga memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi peserta didik.
“Di sana hubungan kampus dengan industri sangat dekat. Mahasiswa bisa melihat bagaimana riset benar-benar digunakan oleh perusahaan,” jelasnya.
Peluang karier setelah menyelesaikan studi juga terbuka lebar. Negara-negara seperti Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja terampil akibat penurunan jumlah penduduk usia produktif.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi lulusan Teknik Mesin UNISMA Malang untuk meniti karier di sektor manufaktur, energi, hingga industri teknologi modern. Beberapa alumni bahkan telah bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang pada bidang manufaktur berbasis mesin CNC.
Selain memperluas peluang internasional, Teknik Mesin UNISMA Malang juga membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri masa kini. Program studi ini memiliki dua bidang kepakaran utama, yakni teknologi manufaktur dan konversi energi.
Mengarah ke Sustainable Technology
Selain itu Teknik Mesin UNISMA Malang dalam hal penelitian dosen dan mahasiswa mengarah pada sustainable technology. Dimana topik-topik penelitian berupa pengembangan teknologi pirolisis, biofuel, green manufacture dan material.
“Permasalahan terbesar industri saat ini berkaitan dengan bagaimana memproduksi sesuatu secara efisien dan bagaimana memenuhi kebutuhan energi. Karena itu dua bidang tersebut menjadi fokus pengembangan kami,” ujar Ismi.
Penguatan kompetensi juga dilakukan melalui proyek-proyek berbasis kebutuhan masyarakat dan industri. Mahasiswa diwajibkan mengikuti program Capstone Design, yaitu merancang dan membuat mesin atau alat yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.
Concern Bantu UMKM
Menariknya, proyek tersebut kini disusun berdasarkan kebutuhan nyata pelaku usaha. Teknik Mesin UNISMA Malang menggandeng sejumlah UMKM di kawasan Pujon, Kabupaten Malang, untuk mengidentifikasi berbagai peralatan produksi yang dibutuhkan.
Mahasiswa kemudian melakukan observasi, merancang mesin, hingga memproduksi alat yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pelaku usaha.
“Kami ingin karya mahasiswa tidak hanya selesai sebagai tugas kuliah, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Melalui kombinasi program internasional, kerja sama industri, serta pengabdian kepada masyarakat, Teknik Mesin UNISMA Malang berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri global.
Dengan berbagai peluang tersebut, mahasiswa Teknik Mesin UNISMA kini tidak hanya dipersiapkan untuk berkarier di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kesempatan besar untuk melanjutkan studi, berinovasi, dan bekerja di berbagai negara yang membutuhkan tenaga profesional bidang teknik mesin.
