Indonesiandaily.com – Pandangan bahwa dunia pertanian identik dengan sawah berlumpur dan pekerjaan fisik yang berat dinilai sudah tidak relevan lagi. Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (UNISMA) menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini telah bertransformasi menjadi bidang yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta inovasi. Termasuk pula kecerdasan buatan Internet of Things (IoT), bioteknologi, pertanian presisi hingga pemanfaatan big data yang memberikan peluang bisnis yang menjanjikan bagi generasi muda.
Dekan Fakultas Pertanian UNISMA, Dr. Ir. Hj. Anis Rosyidah, M.P., mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah wajah pertanian secara signifikan. Pemanfaatan IoT, greenhouse modern, sistem irigasi dan pemupukan otomatis, hingga pemasaran digital kini menjadi bagian penting dalam aktivitas pertanian.
“Pertanian sekarang bukan lagi masalah sawah, lumpur, dan cangkul. Dengan teknologi, petani bisa mengontrol penyiraman, penyakit tanaman, suhu, hingga pemupukan hanya melalui ponsel,” ujar Anis, Senin (08/06).

Sektor Pertanian Semakin Menarik
Menurut Dekan Pertanian ini, perkembangan teknologi tersebut membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda, termasuk Generasi Z yang akrab dengan dunia digital. Berbagai proses budidaya kini dapat dilakukan secara lebih efisien dan modern tanpa harus selalu berada di lahan pertanian.
Salah satu contoh nyata adalah budidaya melon berbasis greenhouse yang dikelola alumni Fakultas Pertanian UNISMA di wilayah Malang Raya. Dengan dukungan teknologi, produksi dapat diatur secara terjadwal sehingga panen berlangsung berkesinambungan sepanjang tahun.
“Melalui teknologi, petani bisa mengatur waktu panen, mengontrol kebutuhan tanaman, hingga menjaga kualitas hasil produksi. Bahkan usaha pertanian sekarang juga bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi,” ujarnya.
Bekali Mahasiswa dengan Teknologi dan Kewirausahaan
Anis menjelaskan, konsep pertanian modern tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kreativitas. Karena itu, Fakultas Pertanian UNISMA Malang terus membekali mahasiswa dengan kemampuan teknologi dan kewirausahaan agar mampu bersaing di era digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui dua program studi yang dimiliki Fakultas Pertanian, yakni Agroteknologi dan Agribisnis. Program Studi Agroteknologi berfokus pada inovasi budidaya dan peningkatan produktivitas pertanian, sedangkan Agribisnis mengembangkan kemampuan pengelolaan usaha hingga pemasaran produk pertanian.
“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui inovasi di bidang pertanian,” tegasnya.
Semangat kewirausahaan itu diperkuat melalui berbagai program praktik bisnis mahasiswa. Salah satunya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Akademi Wirausaha Mahasiswa (AWMM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan usaha berbasis pertanian dengan dukungan pendanaan.
Lahir Beragam Produk Kreatif
Dari program tersebut lahir beragam produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah kokedama, teknik menanam tanaman hias dimana akar tanaman dibungkus dengan media tanam berbentuk bola yang dilapisi sabut kelapa dan diikat menggunakan tali, sekaligus menjadi elemen dekoratif. Produk tersebut mampu meningkatkan nilai jual tanaman berkali-kali lipat dibandingkan dijual secara biasa.
Mahasiswa juga mengembangkan berbagai produk berbasis limbah pertanian menjadi pupuk cair, eco enzyme dan kompos. Penguatan jiwa kewirausahaan juga dilakukan mahasiswa melalui pengolahan keripik dan juice berbasis buah dan sayur yang memiliki peluang pasar cukup besar.
Fakultas Pertanian UNISMA Malang sendiri merupakan salah satu fakultas tertua di lingkungan kampus yang telah berdiri selama 48 tahun. Saat ini fakultas tersebut memiliki dua program studi dengan dukungan 24 dosen, termasuk tujuh guru besar yang menjadi kekuatan akademik dalam pengembangan pendidikan dan riset pertanian.
Dekan satu ini optimistis kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang pertanian akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan tantangan ketahanan pangan nasional.
“Pertanian adalah sektor masa depan. Ketika teknologi, inovasi, dan jiwa entrepreneur dipadukan, maka peluangnya sangat besar. Karena itu kami yakin prospek lulusan pertanian ke depan sangat cerah,” pungkasnya.
