12 Hari Melahirkan Jingle Raja Brawijaya, Kartika Mercy Titipkan Semangat Juang untuk Brawijaya Muda

12 Hari Melahirkan Jingle Raja Brawijaya, Kartika Mercy Titipkan Semangat Juang untuk Brawijaya Muda

Indonesiandaily.com – Di balik riuhnya penyambutan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB), ada sebuah lagu yang terus menghidupkan semangat para Brawijaya muda. Lagu itu adalah Jingle Raja Brawijaya, karya Kartika Mercy, alumni UB sekaligus anggota Unit Aktivitas Band Universitas Brawijaya (UAB UB).

Bagi Kartika, jingle tersebut bukan sekadar musik pengiring kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Di dalamnya terdapat pesan tentang optimisme, keberanian, dedikasi. Hingga semangat perjuangan yang ingin ia tanamkan kepada mahasiswa baru UB.

Kisah jingle tersebut bermula pada 2019. Saat itu, panitia RAJA Brawijaya meminta UAB UB menciptakan sebuah lagu yang mampu merepresentasikan energi dan karakter mahasiswa baru UB.

Permintaan tersebut datang dengan tenggat waktu yang sangat singkat. Kartika bersama rekan-rekannya di grup musik Second Alpha hanya memiliki waktu 12 hari. Khususnya untuk menuntaskan seluruh proses produksi.

Mulai dari menulis lirik dan melodi, menyusun aransemen, melakukan rekaman. Hingga proses mixing dan mastering harus diselesaikan dalam waktu kurang dari dua pekan.

Keterbatasan waktu justru menjadi tantangan yang memacu kreativitas. Kartika dan tim berupaya menerjemahkan semangat mahasiswa UB ke dalam sebuah karya yang tidak hanya terdengar energik. Tetapi juga memiliki pesan kuat.

Menurut Kartika, mahasiswa Universitas Brawijaya merupakan generasi muda yang optimistis. Juga berani menghadapi tantangan, serta memiliki kemauan untuk terus berkembang.

Nilai-nilai itu kemudian dituangkan melalui lirik yang mengajak mahasiswa baru untuk melangkah bersama. Serta mengejar cita-cita, dan membawa nama baik almamater.

Sosok Raja Brawijaya pun tidak hanya ditempatkan sebagai simbol sejarah. Bagi Kartika, nama tersebut menjadi representasi dedikasi dan semangat juang yang relevan. Lhususnya untuk diwariskan kepada setiap generasi mahasiswa UB.

“Jingle ini sengaja dibuat penuh semangat untuk menyambut para Brawijaya muda. Pesan utamanya adalah optimisme, keyakinan, dedikasi. Termasuk pula semangat juang, dan keberanian untuk menggapai apa pun yang ingin diraih,” ungkap Kartika.

Bukan Karya Seorang Diri

Meski proses produksinya berlangsung cepat, Kartika menyebut tantangan terbesar bukan semata-mata menciptakan lagu. Melainkan memastikan seluruh tahapan produksi rampung sesuai tenggat.

Karena itu, ia tidak pernah menganggap Jingle Raja Brawijaya sebagai karya personal.

Lagu tersebut lahir dari kerja kolektif anggota tim, dukungan UAB UB. Serta kepercayaan panitia RAJA Brawijaya kepada mereka.

“Kalau tidak ada tim, tentu lagu ini tidak akan menjadi seperti sekarang. Kami mengerjakannya bersama-sama dengan niat memberikan kontribusi terbaik untuk Universitas Brawijaya dan menyambut mahasiswa baru,” katanya.

Di antara seluruh bagian lagu, terdapat satu elemen yang hingga kini paling membekas bagi Kartika. Bukan hanya lirik, tetapi sentuhan musikal yang memadukan musik modern dengan kekayaan budaya Nusantara.

Unsur pentatonik Jawa, vokal bergaya sinden, serta adaptasi ritmis tradisional menjadi bagian penting dalam aransemen lagu tersebut.

Perpaduan itu menghadirkan identitas tersendiri. Modernitas musik bertemu dengan akar budaya Nusantara dalam sebuah karya yang ditujukan untuk menyambut generasi baru UB.

Bagi Kartika, bagian tersebut sekaligus menjadi bentuk kebanggaan terhadap identitas Universitas Brawijaya dan kekayaan budaya Indonesia.

Lebih dari Sekadar Jingle

Waktu terus berjalan sejak lagu itu pertama kali diciptakan pada 2019. Namun, pesan yang ingin disampaikan Kartika tetap relevan.

Ia berharap Jingle Raja Brawijaya tidak berhenti sebagai lagu penyambutan mahasiswa baru. Lebih jauh, lagu tersebut diharapkan menjadi pengingat agar mahasiswa terus menjaga semangat belajar. Juga berani berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kartika juga mengajak sivitas akademika UB untuk tidak takut menciptakan sesuatu yang baru. Sebab, sebuah karya mungkin saja lahir dari proses sederhana. Tetapi dampaknya dapat melampaui perkiraan penciptanya.

“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita punya niat, kemauan, dan keyakinan untuk terus mencoba. Teruslah berkarya, karena kita tidak pernah tahu sejauh mana karya itu akan membawa manfaat bagi banyak orang,” pesannya.

Dari sebuah permintaan sederhana pada 2019 dan proses produksi hanya 12 hari. Jingle Raja Brawijaya akhirnya menjadi lebih dari sekadar lagu.

Ia menjadi suara penyambutan bagi generasi baru Brawijaya sekaligus pengingat bahwa semangat, keberanian, kolaborasi, dan kemauan. Terutama untuk berkarya merupakan bagian penting dari perjalanan seorang mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *