Indonesiandaily.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi sebatas urusan mesin dan algoritma. Teknologi tersebut mulai merambah cara manusia bekerja, belajar, bergerak, hingga berinteraksi dengan lingkungan.
Gambaran itu menjadi salah satu bahasan dalam Kuliah Tamu Internasional yang digelar Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (7/9/2026).
Mengangkat tema “Intelligent Visual Computing for Smart, Safe, and Human-Centered Environments”, forum yang berlangsung di Auditorium Micro Teaching Kampus 1 UIN Malang tersebut mempertemukan mahasiswa dengan akademisi dan peneliti dari Jepang, Taiwan, serta Indonesia.
Bukan sekadar membahas perkembangan AI, forum tersebut membawa mahasiswa melihat bagaimana kecerdasan komputasional diterapkan untuk membangun lingkungan yang lebih cerdas, aman, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pusat teknologi.
Dari Jepang, Prof. Nobuo Funabiki mengajak peserta melihat potensi citra panorama untuk membangun digital twin lingkungan dalam ruangan.
Melalui materi “Building Indoor Digital Twins from Panoramic Images: 3D Modelling and CCTV Camera Placement Optimization”, ia membahas bagaimana lingkungan nyata dapat direpresentasikan dalam model tiga dimensi sekaligus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penempatan kamera CCTV.
Teknologi serupa juga dapat membuka peluang baru dalam pengelolaan ruang, sistem keamanan, hingga pemantauan lingkungan secara lebih presisi.
Sementara itu, Prof. Chih-Peng Fan dari Taiwan membawa pembahasan ke ranah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.
Dalam materi “AI-Powered Yoga Self-Practice: Deep Learning-Based Human Pose Estimation and Skeleton Tracking”. Ia mengulas penggunaan deep learning untuk mengenali pose tubuh dan melacak struktur gerakan manusia.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa AI dapat dikembangkan sebagai pendamping aktivitas fisik. Termasuk membantu pengguna melakukan latihan yoga secara mandiri dengan dukungan analisis gerakan berbasis teknologi.
Perspektif berbeda datang dari Prof. Ir. Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D. dari Indonesia.
Ia membahas pemanfaatan teknologi cerdas dalam dunia pendidikan melalui materi “Intelligent Learning Assistance for Mobile Programming: Automated Assessment and Self-Learning Support”.
Fokusnya pada pengembangan sistem yang mampu memberikan penilaian secara otomatis. Sekaligus mendukung mahasiswa belajar pemrograman perangkat bergerak secara mandiri.
Tiga materi tersebut memperlihatkan satu benang merah: intelligent visual computing memiliki ruang penerapan yang sangat luas.
Teknologi ini tidak hanya berbicara mengenai komputer yang mampu mengenali gambar. Tetapi juga bagaimana data visual dan kecerdasan buatan digunakan untuk memahami lingkungan. Juga membaca gerakan manusia, serta membantu proses pembelajaran.
Setelah sesi pemaparan, mahasiswa terlibat dalam diskusi dan tanya jawab bersama para pembicara. Ruang interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih jauh perkembangan AI, peluang riset. Sekaligus tantangan penerapannya di dunia nyata.
Bagi mahasiswa Teknik Informatika, kehadiran akademisi dari tiga negara memberikan pengalaman berbeda. Khususnya dari pembelajaran di ruang kelas.
Mereka tidak hanya mendapatkan perspektif mengenai teknologi yang sedang berkembang. Namun juga melihat bagaimana penelitian AI dikembangkan untuk menjawab persoalan konkret di berbagai bidang.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FST UIN Malang setelah rangkaian pembukaan yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dosen dan mahasiswa turut mengikuti forum hingga sesi akhir.
Apresiasi kepada para pembicara diberikan melalui penyerahan sertifikat dan cendera mata. Kuliah tamu kemudian ditutup dengan doa dan penutupan resmi.
Melalui forum internasional tersebut, Program Studi Teknik Informatika FST UIN Malang menunjukkan upaya. Terutama dalam memperluas ruang belajar mahasiswa melalui jejaring akademik lintas negara.
Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, pengalaman berinteraksi langsung dengan peneliti internasional menjadi modal penting bagi mahasiswa. Terutama untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan manusia.



