Indonesiandaily.com – Belajar sains tak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Siswa SMP Petra Kediri mendapat kesempatan merasakan langsung suasana pembelajaran di perguruan tinggi melalui kegiatan Edu Trip ke Fakultas Sains dan Teknologi (STeM) Universitas Brawijaya (UB), Rabu (23/9/2026).
Kunjungan itu membawa para siswa lebih dekat dengan dunia bioteknologi. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mencoba sendiri praktikum kultur jaringan tumbuhan yang selama ini lebih banyak mereka kenal melalui buku dan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan berlangsung di Hall Gedung FSTeM UB. Sebelum masuk ke sesi praktikum, siswa mendapat pengantar mengenai kultur jaringan tumbuhan dari Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc., dari Departemen Biologi.
Materi tersebut mengenalkan siswa pada prinsip perbanyakan tanaman secara in vitro, pentingnya menjaga kondisi steril, hingga tahapan dasar dalam proses kultur jaringan.
Dari Buku ke LaboratoriumÂ
Setelah pembekalan, siswa mulai melakukan praktikum persiapan bahan dan inokulasi eksplan daun. Mereka bekerja dalam kelompok dengan pendampingan mahasiswa Departemen Biologi UB.
Pengalaman tersebut membuat pembelajaran terasa berbeda. Siswa tidak hanya melihat bagaimana proses kultur jaringan dilakukan, tetapi ikut mempraktikkan setiap tahap dengan tangan mereka sendiri.
Ketelitian menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Siswa harus berhati-hati ketika melakukan inokulasi, termasuk saat menggunakan lampu spiritus untuk menjaga proses kerja tetap aseptik.
Antusiasme pun terlihat sepanjang praktikum. Sejumlah siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba memahami mengapa setiap tahapan harus dilakukan secara cermat.
Pendampingan mahasiswa UB turut membuat suasana lebih cair. Para siswa bisa bertanya bukan hanya tentang kultur jaringan, tetapi juga kehidupan mahasiswa, aktivitas laboratorium, hingga pengalaman belajar di perguruan tinggi.
Membuka Gambaran tentang Dunia KampusÂ
Kepala SMP Petra Kediri, Setiawati, S.Pd., mengatakan Edu Trip menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan. Khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung dapat membantu siswa memahami materi yang sebelumnya. Terutama yang hanya mereka temui melalui buku maupun pembelajaran di kelas.
Kunjungan ke lingkungan perguruan tinggi juga memberikan gambaran awal kepada siswa tentang suasana akademik. Serta aktivitas pembelajaran setelah mereka menyelesaikan pendidikan sekolah.
Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan tersebut mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan pengalaman akademik di perguruan tinggi. Siswa diajak melihat bahwa biologi tidak berhenti pada teori, tetapi berkembang menjadi ilmu yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk bioteknologi tumbuhan.
Bagi para siswa, pengalaman melakukan kultur jaringan menjadi kesempatan untuk mengenal sains dengan cara yang lebih dekat dan nyata. Dari proses sederhana di laboratorium itu, rasa ingin tahu mereka terhadap penelitian dan dunia pendidikan tinggi ikut tumbuh.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas. Terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendorong budaya belajar sepanjang hayat.



