Indonesiandaily.com – Prestasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) di bidang teknologi kembali datang dari arena nasional. Sepanjang September 2026, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UM membawa pulang sejumlah penghargaan dari Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI).
Di KMLI 2026 yang digelar Politeknik Negeri Bandung, 20–25 September, REV Team FT UM keluar sebagai Juara Umum. Hasil itu diraih setelah mereka merebut Juara I Desain, Juara I Percepatan, dan Juara II Daya Tanjak.
Bagi mahasiswa, kompetisi tersebut bukan sekadar mengejar piala. Mobil listrik yang dikembangkan menjadi ruang untuk menguji langsung pengetahuan yang selama ini dipelajari di kelas, mulai dari desain, kelistrikan, mesin hingga performa kendaraan.
Prosesnya menuntut mahasiswa bekerja sebagai satu tim. Setiap rancangan harus diuji, dievaluasi, lalu diperbaiki agar mampu bekerja dalam kondisi kompetisi yang sebenarnya.
Berlanjut ke Teknologi Pesawat Nirawak
Pengalaman serupa juga dijalani mahasiswa UM dalam KRTI 2026 yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, 21–25 September.
Cakrawala Team 2 UM meraih Juara Harapan II Divisi Fixed Wing, sementara Tim WISANGGENI UM memperoleh penghargaan Best Spirit pada Divisi VTOL.
KRTI tahun ini diikuti 94 tim dari 43 perguruan tinggi. Peserta ditantang merancang, membangun, menguji hingga menerbangkan pesawat nirawak untuk menyelesaikan misi pada lima divisi perlombaan.
Cakrawala Team 2 diperkuat Adryan Hidayatullah, Firzi Yuhardian Saputra, dan Ahmad Setyo Putra. Ketiganya merupakan mahasiswa S1 Teknik Mesin dan Teknik Industri UM, dengan bimbingan Andika Bagus Nur Rahmah Putra, S.Pd., M.Pd.
Sementara Tim WISANGGENI didampingi Putra Wisnu Agung Sucipto, S.T., M.T., serta mendapat bimbingan Andika Bagus Nur Rahmah Putra.
Bukan Sekadar Piala
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UM Prof. Dr.Eng. Ir. Siti Sendari, S.T., M.T., menyebut capaian tersebut lahir dari kerja sama mahasiswa dalam mewujudkan gagasan menjadi teknologi yang bisa diuji.
“Semua hasil yang diperoleh merupakan kerja cerdas mahasiswa untuk bekerja sama dan mewujudkan ide inovatif,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman membawa rancangan menjadi prototipe dan mengujinya di lingkungan nyata menjadi bagian penting dari proses belajar mahasiswa.
“Semoga ajang KRTI dan KMLI 2026 menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” tambahnya.
Dari mobil listrik hingga pesawat nirawak, dua kompetisi tersebut memberi mahasiswa UM kesempatan untuk berhadapan langsung dengan persoalan rekayasa. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mencari solusi ketika rancangan belum bekerja sesuai harapan.
Pengalaman itu sekaligus mengasah kemampuan teknis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kerja sama tim. Bagi mahasiswa, penghargaan yang dibawa pulang menjadi hasil akhir dari proses panjang merancang, mencoba, gagal, memperbaiki, dan kembali menguji teknologi.



