Di Tengah Gempuran AI, UMM Ingatkan Wisudawan: Empati Manusia Tak Bisa Digantikan Mesin

Di Tengah Gempuran AI, UMM Ingatkan Wisudawan: Empati Manusia Tak Bisa Digantikan Mesin

Indonesiandaily.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara manusia bekerja dan mendapatkan layanan. Namun, di tengah cepatnya otomatisasi, kemampuan memahami orang lain dan merespons persoalan sosial tetap menjadi kekuatan yang sulit digantikan teknologi.

Pesan itu disampaikan Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dr. Endang Tirtana, dalam orasi ilmiah Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Selasa (29/9/2026).

Endang mencontohkan perubahan layanan KAI. Stasiun yang dahulu identik dengan antrean panjang, kepadatan, hingga percaloan kini bertransformasi melalui digitalisasi, aplikasi layanan, dan teknologi pengenalan wajah.

Menurutnya, teknologi terbukti mampu membuat pelayanan lebih cepat dan efisien. Namun, teknologi belum sepenuhnya dapat memahami emosi, harapan, serta kondisi sosial yang dirasakan manusia.

“Semakin teknologi mengambil alih pekerjaan rutin, semakin penting kemampuan manusia untuk berempati dan memahami keluh kesah sesamanya,” ujarnya.

Karena itu, Endang meminta wisudawan tidak melihat otomatisasi semata sebagai ancaman. Pergeseran pekerjaan akibat teknologi justru menuntut manusia mengembangkan kemampuan yang sulit ditiru mesin, seperti berpikir kritis, menyelesaikan persoalan kompleks, beradaptasi, bekerja sama, dan memiliki kepedulian sosial.

“Selama rasa kepedulian tetap hidup dan kemanusiaan menjadi dasar dalam bertindak, kita tidak perlu takut menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Lulusan Diminta Dekat dengan Persoalan Masyarakat 

Pesan serupa datang dari Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial.

Lathifah mengapresiasi program pengabdian mahasiswa UMM yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, persoalan kemiskinan hingga tingginya angka anak tidak sekolah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Pendampingan lapangan dari pihak kampus melalui program pengabdian mahasiswa sangat kami harapkan untuk membantu mencari solusi nyata di masyarakat,” katanya.

UMM Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi 

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik mengatakan, arah pendidikan UMM kini diperkuat melalui konsep Excellent Solution Center. Kampus didorong tidak hanya menjadi penyedia pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, industri, pemerintah, dan komunitas global.

Konsep tersebut ditopang tiga pilar, yakni Service Excellence Hub, Industry Solution Partner, serta Innovation and Talent Incubator.

“Ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus diutamakan kemanfaatannya untuk memberi solusi agar kehidupan masyarakat semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *