Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperluas kolaborasi internasional dengan Kumamoto University, Jepang. Kerja sama ini diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa, lulusan baru, dan dosen Polinema melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di Jepang.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Polinema dan Kumamoto University dalam kegiatan Roadshow Study in Kumamoto University Japan 2026, Rabu (28/10), di Auditorium Kimia, Gedung AO Polinema.
Mengusung tema Study in Japan Today, Lead the World Tomorrow, kegiatan yang digelar Jurusan Teknik Kimia Polinema ini berlangsung secara hybrid dengan melibatkan perwakilan Kumamoto University dan Study in Japan for ASEAN.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polinema memperluas akses pendidikan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan pascasarjana dan penguatan riset.
Perluas Peluang Studi Pascasarjana
Wakil Direktur IV Polinema menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kumamoto University mulai memberikan hasil konkret. Pada kegiatan serupa tahun sebelumnya, seorang dosen Jurusan Teknik Kimia Polinema berhasil lolos seleksi dan kini menempuh pendidikan doktoral di universitas tersebut.
Polinema berharap capaian itu dapat diikuti lebih banyak sivitas akademika pada 2027. Sasaran berikutnya tidak hanya dosen, tetapi juga mahasiswa dan lulusan baru yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun S3 di Jepang.
“Kami berharap pada 2027 semakin banyak dosen dan mahasiswa yang mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di Jepang,” ujarnya.
Selain Kumamoto University, Polinema juga membuka peluang pendidikan ke Okayama University dan sejumlah perguruan tinggi lain di Jepang.
Menurutnya, keunggulan universitas Jepang tidak cukup dilihat dari peringkat internasional. Kekuatan budaya riset, kualitas pembelajaran, serta dukungan fasilitas penelitian menjadi nilai penting bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi akademik.
Polinema juga menjajaki pengembangan kerja sama dalam bentuk student exchange, joint degree, dan double degree. Namun, untuk tahap awal, jalur yang telah terbuka bagi Polinema masih berfokus pada studi lanjut S2 dan S3.
Strategi Menembus Universitas Jepang
Peluang studi di Jepang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik. Calon mahasiswa juga perlu memahami mekanisme pendaftaran, membangun komunikasi dengan profesor, serta menyiapkan persyaratan sejak awal.
Koordinator Study in Japan for ASEAN, Kaori Yajima, menjelaskan bahwa salah satu langkah penting untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di Jepang adalah menemukan calon profesor pembimbing atau supervisor sebelum mengikuti ujian masuk.
“Langkah pertama adalah menemukan profesor yang sesuai dengan bidang penelitian dan menghubunginya melalui email,” jelasnya.
Calon mahasiswa disarankan mengirimkan CV, rencana penelitian singkat, transkrip akademik, surat rekomendasi, serta sertifikat kemampuan bahasa.
Program Study in Japan for ASEAN sendiri merupakan proyek pemerintah Jepang yang dijalankan Okayama University bersama Japan Student Services Organization (JASSO) dan lima universitas nasional lainnya, yakni Chiba, Niigata, Kanazawa, Nagasaki, dan Kumamoto University.
Persiapan bahasa juga menjadi bagian penting. Untuk program internasional berbahasa Inggris, calon mahasiswa dapat menggunakan sertifikat IELTS, TOEFL iBT, atau TOEIC sesuai ketentuan masing-masing universitas.
Sementara itu, kemampuan bahasa Jepang melalui sertifikasi JLPT menjadi nilai tambah. Penguasaan bahasa tersebut juga membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan sosial dan membuka peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Beasiswa MEXT hingga Peluang Keringanan Biaya
Ia menjelaskan proses pendaftaran, roadshow tersebut juga memperkenalkan berbagai pilihan pendanaan bagi mahasiswa internasional.
Salah satu yang ditawarkan adalah beasiswa pemerintah Jepang MEXT melalui jalur Government to Government (G2G), University Recommendation, serta MEXT Special Allocation Kumamoto University.
Skema lainnya meliputi beasiswa JASSO, bantuan dari yayasan dan universitas, hingga pendanaan mandiri atau private fund.
Melalui skema pendanaan mandiri, mahasiswa Indonesia juga berpeluang memperoleh keringanan biaya kuliah hingga 60 persen dan kesempatan mendapatkan beasiswa setelah diterima di universitas.
Peserta juga mendapatkan informasi mengenai kesempatan bekerja paruh waktu bagi pemegang visa pelajar. Sesuai ketentuan yang berlaku, mahasiswa internasional diperbolehkan bekerja maksimal 28 jam per minggu.
Kenalkan Keunggulan Riset Kumamoto University
Dalam kesempatan yang sama, Licensed Officer Kumamoto University di Study in Japan ICS Office Surabaya, Mia Hernawati, memperkenalkan lingkungan akademik dan fasilitas penelitian universitas yang berada di Pulau Kyushu tersebut.
Pada 2026, Kumamoto University memiliki 535 mahasiswa internasional dari 49 negara. Sebanyak 44 di antaranya berasal dari Indonesia.
Universitas ini memiliki sejumlah bidang riset unggulan, mulai dari pengembangan paduan magnesium Kumadai, fasilitas eksperimen ledakan terintegrasi, penelitian bioelektrik, hingga studi tentang naked mole-rat yang dikenal memiliki ketahanan terhadap kanker dan proses penuaan.
Kumamoto juga menjadi salah satu kawasan penting dalam perkembangan industri semikonduktor Jepang. Kehadiran perusahaan TSMC turut mendorong pertumbuhan ekosistem industri teknologi di wilayah tersebut.
“Program berbahasa Inggris tersedia, terutama untuk jenjang pascasarjana di bidang sains dan teknologi,” jelas Mia.
Dari sisi kehidupan mahasiswa, Kumamoto University menyediakan sistem tutor selama enam bulan pertama untuk membantu mahasiswa internasional beradaptasi. Tersedia pula komunitas mahasiswa Indonesia, Islamic Center, serta restoran halal di sekitar kampus.
Biaya hidup di Kumamoto juga relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah kota besar di Jepang, seperti Tokyo.
Sebagai tindak lanjut, calon mahasiswa Polinema didorong mengikuti Study in Japan Fair 2026 di Surabaya pada 21 November dan Jakarta pada 22 November. Agenda tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan perwakilan universitas Jepang sekaligus memperoleh informasi lebih mendalam mengenai program studi dan peluang beasiswa.
Melalui penguatan kemitraan ini, Polinema tidak hanya membuka akses pendidikan ke luar negeri, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas akademik, pengalaman riset, dan daya saing lulusannya di tingkat internasional.



