Polinema Bantu UMKM Sambal GATER Tingkatkan Produksi dan Perluas Pasar

Polinema Bantu UMKM Sambal GATER Tingkatkan Produksi dan Perluas Pasar

Indonesiandaily.com – Keterbatasan peralatan produksi kerap menjadi penghambat pelaku usaha mikro untuk memenuhi permintaan pasar. Kondisi itu juga dialami Sri Hayati, pemilik UMKM Sambal GATER di Karangploso, Kabupaten Malang, sebelum mendapatkan pendampingan dari Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Selama ini, Sri masih mengandalkan blender rumah tangga untuk menggiling cabai dan berbagai bumbu sambal. Cara tersebut membuat kapasitas produksi sulit ditingkatkan, terutama ketika pesanan meningkat.

“Selama ini proses penggilingan bumbu masih menggunakan blender rumah tangga. Kapasitasnya sangat terbatas, sehingga ketika permintaan meningkat, kami kesulitan memenuhinya,” ungkap Sri.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus pendampingan Polinema melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Kemitraan Masyarakat. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membantu UMKM memperbaiki pengemasan dan memperluas pemasaran.

Tiga Peralatan Bantu Percepat Produksi

Sambal GATER selama ini mengembangkan sejumlah produk sambal kemasan, mulai dari Sambal Klotok, Sambal Cumi, Sambal Terinasi hingga Sambal Pete. Namun, potensi pengembangan usaha tersebut belum sepenuhnya didukung fasilitas produksi yang memadai.

Untuk mengatasi kendala itu, tim PKM Polinema menyerahkan tiga peralatan utama, yakni mesin penggiling bumbu, vacuum sealer, dan kompor gas cor komersial.

Mesin penggiling bumbu tipe MKS-UV4A memiliki kapasitas empat liter dalam sekali proses. Berbahan stainless steel food grade dengan daya 350 watt, mesin ini membantu mempercepat pengolahan cabai, kacang, dan bumbu basah dengan hasil yang lebih merata.

Sementara itu, vacuum sealer tipe MSP-DZ25 digunakan untuk mengemas produk dengan sistem kedap udara. Teknologi ini diharapkan membantu menjaga kualitas sambal sekaligus memperpanjang masa simpannya.

Adapun kompor gas cor komersial dengan api ganda mendukung proses memasak dalam kapasitas lebih besar. Ketiga peralatan tersebut diharapkan membuat proses produksi lebih efisien dan kualitas produk semakin konsisten.

Pendampingan Tak Berhenti pada Pemberian Alat

Selain bantuan peralatan, Polinema juga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin. Pendampingan mencakup pembukuan, administrasi usaha sederhana, hingga pemasaran digital melalui media sosial dan berbagai platform daring.

Pendekatan ini penting agar pelaku usaha tidak hanya menerima fasilitas baru, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya.

Sri mengaku perubahan mulai dirasakan setelah mendapatkan pendampingan tersebut. Proses produksi menjadi lebih cepat, sementara hasil pengolahan sambal memiliki tekstur yang lebih konsisten.

“Dampaknya sangat terasa. Produksi jadi lebih cepat, tekstur sambal lebih konsisten, dan kami sekarang mulai memasarkan produk lewat media sosial. Jangkauan pembeli jadi lebih luas,” katanya.

Perkuat Kesiapan Menuju Sertifikasi Halal

Pendampingan Polinema juga diarahkan untuk memperkuat standar produksi pangan. Hal ini sejalan dengan upaya Sambal GATER mengurus sertifikasi halal.

Dokumen permohonan sertifikat halal UMKM tersebut telah dinyatakan lengkap oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 12 Mei 2025.

Kehadiran peralatan berbahan dan berstandar pangan diharapkan mendukung proses produksi yang lebih higienis serta memperkuat kesiapan usaha dalam memenuhi standar yang diperlukan.

Ketua tim PKM Polinema, Dr. Supiyono, ST., MT., mengatakan pendampingan dirancang agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak terhadap keberlanjutan usaha mitra.

“Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga mendampingi mitra agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tim yang terdiri dari R.N. Akhsanu Takwim, ST., MT., Suhariyanto, S.T., M.T., Achendri M. Kurniawan, S.Pd., M.T., Helik Susilo, S.T., M.Eng., dan Rifqah, S.Tr.T., M.T. itu juga menyiapkan pendampingan lanjutan melalui monitoring berkala.

Ke depan, Sri didorong melakukan standardisasi resep, memperbaiki manajemen stok, serta mulai merencanakan penambahan tenaga kerja dan ruang produksi jika kapasitas usaha terus berkembang.

Program yang didanai melalui DIPA Polinema Nomor SP DIPA 139.03.2.693474/2026 ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi mendukung UMKM agar mampu naik kelas.

Bagi Sambal GATER, peningkatan kapasitas produksi bukan sekadar persoalan memiliki mesin baru. Lebih dari itu, langkah tersebut membuka peluang untuk memenuhi lebih banyak permintaan, menjangkau konsumen baru, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *