Indonesiandaily.com – Memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya soal mengenal ruang kuliah dan jadwal akademik. Bagi mahasiswa baru Universitas Islam Malang (UNISMA), masa awal perkuliahan menjadi kesempatan untuk menemukan ruang tumbuh, membangun karakter, sekaligus belajar melihat persoalan di sekitar.
Semangat itu dibangun melalui Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) UNISMA 2026 yang berlangsung pada 28–30 September 2026.
Mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan mengenali berbagai ruang pengembangan diri yang dapat dimanfaatkan selama menempuh pendidikan di UNISMA.
Salah satunya melalui pengenalan organisasi dan unit kreativitas mahasiswa. Himaprodi, BSO, hingga UKM menjadi bagian dari ruang yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Dari Kampus untuk Persoalan yang Lebih LuasÂ
Pesan tentang kebermanfaatan juga muncul melalui pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs). Mahasiswa baru diajak menuangkan gagasan melalui kegiatan pembuatan poster yang mengangkat isu pembangunan berkelanjutan.
Aktivitas tersebut memberi pengalaman awal bahwa kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada capaian akademik. Pengetahuan yang diperoleh di kampus juga dapat diarahkan untuk membaca persoalan sosial dan lingkungan serta mencari gagasan yang memberi manfaat lebih luas.
Dengan pendekatan itu, OSHIKA menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kreativitas dan kemampuan akademik memiliki ruang penerapan di tengah masyarakat.
Menyatukan Prestasi dan Karakter
Pengembangan potensi di UNISMA juga ditempatkan berdampingan dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai keislaman diperkuat melalui kegiatan salat berjamaah yang menjadi bagian dari rangkaian OSHIKA MABA 2026.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kemampuan akademik, aktivitas kemahasiswaan, dan landasan moral-spiritual.
Mahasiswa baru pun diperkenalkan pada kehidupan kampus yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menempatkan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
Awal Perjalanan Mahasiswa UNISMA
Pelaksanaan OSHIKA MABA 2026 melibatkan berbagai unsur kampus. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan. Termasuk pula BEM, DPM, Himaprodi, BSO, serta UKM bersinergi dalam menyambut mahasiswa baru.
Kolaborasi itu menjadi bagian penting karena pengalaman pertama mahasiswa di kampus dapat memengaruhi cara mereka beradaptasi. Khususnya dalam menemukan lingkungan yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Bagi mahasiswa baru, tiga hari OSHIKA bukan sekadar agenda penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi awal untuk mengenal komunitas, menemukan ruang berkreasi, membangun karakter. Serta memahami bahwa keberadaan mereka di perguruan tinggi juga membawa tanggung jawab untuk menghasilkan manfaat.
UNISMA melalui OSHIKA MABA 2026 berupaya menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem kampus yang tidak hanya dituntut berprestasi. Namun juga memiliki kepedulian sosial, kreativitas, nilai religius, dan kesiapan memberi dampak bagi masyarakat.



