27 Mahasiswa dari 11 Negara Bertemu di I-YES 2026 UIN Malang, Belajar Budaya Lewat Perjumpaan

27 Mahasiswa dari 11 Negara Bertemu di I-YES 2026 UIN Malang, Belajar Budaya Lewat Perjumpaan

Indonesiandaily.com – Sebanyak 27 mahasiswa dari 11 negara bertemu di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2026. Program tersebut resmi dibuka di Aula Lantai 3 Fakultas Humaniora, Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Voices Across Cultures: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”, I-YES mempertemukan peserta dari Afghanistan, Chad, Comoros, Ghana, Madagascar, Nigeria, Pakistan, Palestina, Filipina, Sudan, dan Gambia, bersama mahasiswa Indonesia.

Keberagaman latar belakang peserta menjadi bagian penting dari program. Mereka tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik, tetapi juga mengenal budaya Indonesia sekaligus berbagi tradisi, pengalaman, dan perspektif dengan peserta dari negara lain.

Budaya menjadi ruang perjumpaan 

Dekan Fakultas Humaniora UIN Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menyambut penyelenggaraan I-YES sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan jejaring internasional.

“Kita sangat senang dengan terselenggaranya I-YES karena kegiatan ini membuka wawasan dan memperluas jejaring,” ujarnya.

Nuansa budaya mewarnai pembukaan. Peserta disambut penampilan Voices of Humanities dari Sanggar Tari Srikandi. Ketua Pelaksana I-YES 2026, Anwar Mas’adi, M.A., mengenakan busana adat Jawa dan menyampaikan geguritan sebagai bentuk penyambutan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor, juga mengajak peserta menjadikan I-YES sebagai ruang membangun persahabatan lintas negara.

“I-YES datang membawa cerita, dari berbagai bangsa dan budaya. Mari berdialog dan membagi makna, untuk dunia yang damai dan berkelanjutan,” katanya.

Belajar melalui pengalaman langsung 

Selama lima hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya, mulai dari International Student Forum, intercultural talk, kunjungan sekolah, dan pertemuan dengan pimpinan fakultas hingga praktik memasak makanan tradisional, permainan tradisional, gamelan, tari, dan membatik.

Peserta juga akan mengikuti outbound, kunjungan destinasi wisata, serta Closing Ceremony.

Rangkaian tersebut dirancang agar pembelajaran berlangsung melalui pengalaman langsung, baik di lingkungan kampus maupun dalam interaksi dengan masyarakat dan budaya lokal Malang.

Pembukaan I-YES ditandai secara simbolis dengan permainan angklung oleh Wakil Rektor bersama pimpinan Fakultas Humaniora. Para peserta kemudian diperkenalkan kepada sivitas akademika dan tamu undangan serta menerima selendang sebagai simbol penyambutan.

Bagi Fakultas Humaniora, I-YES 2026 menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi yang mempertemukan pendidikan, bahasa, budaya, dan pengalaman lintas masyarakat.

Melalui program ini, peserta diharapkan membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman akademik, tetapi juga pengetahuan, jejaring, dan persahabatan yang tumbuh dari perjumpaan lintas budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *