Mahasiswa Bahasa Arab Jadi Juara Nasional Pencak Silat, Zid-li Buktikan Prestasi Tak Hanya dari Ruang Kuliah

Mahasiswa Bahasa Arab Jadi Juara Nasional Pencak Silat, Zid-li Buktikan Prestasi Tak Hanya dari Ruang Kuliah

Indonesiandaily.com – Podium juara menjadi penutup dari proses yang tidak selalu berjalan mulus bagi Zid-li Auliyana Luthfillah. Mahasiswa semester VII Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora itu berhasil meraih Juara I Seni Beregu Dewasa Jurus 1–6 tingkat nasional dalam Batu Student Champion 2026.

Kompetisi pencak silat yang digelar pada 21–23 Agustus 2026 itu diikuti Zid-li bersama dua mahasiswa dari program studi berbeda, yakni Hasna Sakhiya dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Amelda Zakiyya dari Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ketiganya tampil sebagai satu tim. Mereka harus menjaga gerakan, ritme, dan kekompakan selama memperagakan rangkaian jurus hingga akhirnya mampu mengamankan posisi pertama.

Bagi Zid-li, kemenangan tersebut tidak hanya soal medali. Ada pengalaman menghadapi situasi tak terduga sebelum pertandingan yang justru menjadi bagian penting dari perjalanan menuju podium.

“Saya senang mengikuti lomba ini karena mendapat juara 1. Salah satu teman saya sempat mengalami kendala ketika berangkat, tetapi alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Zid-li.

Ketika Tiga Program Studi Bertemu di Arena 

Berbeda dengan nomor individu, kategori seni beregu menuntut setiap pesilat mengesampingkan ego personal. Keselarasan gerakan menjadi salah satu kunci karena kesalahan satu anggota dapat memengaruhi penampilan seluruh tim.

Tantangan itu semakin menarik karena Zid-li, Hasna, dan Amelda tidak berasal dari program studi yang sama. Mereka dipertemukan oleh pencak silat dan memiliki target yang sama di arena pertandingan.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa tidak selalu terbentuk berdasarkan batas akademik. Minat dan bakat dapat mempertemukan mahasiswa dari berbagai bidang untuk membangun sebuah prestasi bersama.

Bagi Zid-li, pencak silat menjadi ruang berbeda untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Jika perkuliahan membawanya mendalami Bahasa dan Sastra Arab, olahraga membentuk sisi lain melalui latihan, kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Prestasi yang Dibangun dari Proses 

Batu Student Champion 2026 yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang menjadi arena bagi para pesilat muda untuk menguji hasil latihan sekaligus membangun pengalaman kompetitif.

Kompetisi semacam ini tidak hanya mempertemukan peserta untuk memperebutkan gelar juara. Tekanan pertandingan, target yang harus dicapai, hingga berbagai situasi di luar arena menjadi bagian dari proses pembentukan mental atlet.

Pengalaman Zid-li bersama tim menjadi salah satu gambaran bagaimana proses tersebut bekerja. Kendala yang sempat dialami salah satu anggota ketika perjalanan menuju pertandingan tidak membuat mereka kehilangan fokus.

Mereka tetap melanjutkan persiapan hingga akhirnya tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara pertama.

Belajar di Luar Ruang Kuliah

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang belajar mahasiswa tidak berhenti di ruang kuliah. Pengalaman mengikuti kompetisi memberi kesempatan untuk mengasah kemampuan yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran akademik.

Dalam pencak silat, konsistensi dibangun melalui latihan berulang. Pertandingan kemudian menguji keberanian, kesiapan mental, sekaligus kemampuan mengambil keputusan ketika berada dalam tekanan.

Khusus nomor beregu, prosesnya menjadi lebih kompleks. Setiap anggota harus mampu menyesuaikan gerakan dan ritme dengan anggota lainnya.

Karena itu, gelar juara yang diraih Zid-li bersama Hasna dan Amelda bukan hanya catatan prestasi personal. Podium tersebut menjadi hasil dari kemampuan tiga mahasiswa dengan latar akademik berbeda untuk bergerak dalam satu tujuan.

Bagi Zid-li, arena pencak silat akhirnya menjadi ruang pembelajaran lain yang melengkapi perjalanan akademiknya—tempat disiplin, konsistensi, keberanian, dan kerja sama diuji secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *