Indonesiandaily.com – Pembelajaran daring di perguruan tinggi tidak cukup hanya memindahkan materi kuliah ke layar. Cara dosen merancang pengalaman belajar justru menjadi penentu apakah platform digital benar-benar memberi dampak bagi mahasiswa.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Program Studi Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui Workshop Learning Design Course SPADA, Rabu (26/8/2026).
Workshop yang berlangsung di Ruang Multikultural, Gedung Ali Bin Abi Tholib Lantai 3 itu menghadirkan Sella Mawarni, S.Pd., M.Pd., Dosen Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber.
Kegiatan ini menempatkan learning design sebagai salah satu kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan SPADA atau Sistem Pembelajaran Daring.
SPADA Jangan Berhenti di Materi Kuliah
Selama ini, penggunaan platform pembelajaran digital kerap berhenti pada aktivitas mengunggah bahan ajar. Padahal, ruang digital dapat dirancang lebih jauh sebagai lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa aktif berinteraksi dan belajar secara mandiri.
Melalui workshop tersebut, dosen Magister Pendidikan Matematika UNISMA mendapat penguatan mengenai prinsip sekaligus praktik merancang pembelajaran daring.
Materi tidak hanya berkutat pada teknologi. Peserta diarahkan menyusun pengalaman belajar secara sistematis, mulai dari struktur course, materi, aktivitas mahasiswa hingga evaluasi.
Setiap bagian pembelajaran perlu memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
Dengan pola tersebut, SPADA diharapkan tidak menjadi sekadar tempat penyimpanan dokumen perkuliahan. Platform tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang lebih interaktif dan terarah.
Menjawab Kebutuhan Mahasiswa Magister
Penguatan pembelajaran digital juga memiliki kaitan erat dengan karakter mahasiswa program magister. Fleksibilitas menjadi kebutuhan penting tanpa mengorbankan kualitas proses akademik.
Karena itu, desain pembelajaran menjadi semakin penting dalam penerapan hybrid maupun blended learning.
Dosen perlu memastikan mahasiswa tetap memperoleh pengalaman belajar yang terstruktur meski tidak seluruh proses perkuliahan berlangsung secara tatap muka.
Desain yang tepat juga dapat membantu mahasiswa mengatur proses belajarnya secara lebih mandiri.
Bagi Program Studi Magister Pendidikan Matematika UNISMA, kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan tinggi.
Dari Workshop ke Course yang Lebih Berkualitas
Workshop Learning Design Course SPADA tidak berhenti pada pemahaman konsep. Peserta diarahkan agar mampu menerapkan prinsip desain pembelajaran ke dalam course yang nantinya digunakan dalam perkuliahan.
Targetnya, course SPADA yang dikembangkan dosen memiliki struktur yang jelas, aktivitas yang relevan, evaluasi yang terukur serta pengalaman belajar yang lebih menarik bagi mahasiswa.
Hasil workshop juga diharapkan menjadi pijakan untuk menyempurnakan konten pembelajaran digital pada berbagai mata kuliah di Magister Pendidikan Matematika UNISMA.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di perguruan tinggi bukan semata persoalan penggunaan platform.
Lebih dari itu, transformasi membutuhkan perubahan cara merancang pembelajaran agar teknologi benar-benar memberi nilai tambah bagi mahasiswa.
Melalui penguatan learning design dan optimalisasi SPADA, Magister Pendidikan Matematika UNISMA berupaya membangun model pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif dan berorientasi pada pengalaman belajar mahasiswa.
Di tengah semakin berkembangnya pembelajaran digital, kemampuan mengubah platform menjadi ruang belajar yang bermakna menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi.



