FISIP UB Siapkan 25 SD di Malang Ikuti Kompetisi Mobil Bertenaga Surya

FISIP UB Siapkan 25 SD di Malang Ikuti Kompetisi Mobil Bertenaga Surya

Indonesiandaily.com – Sebanyak 25 sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Malang disiapkan mengikuti kompetisi mobil mini bertenaga surya pada Januari 2027. Program kolaborasi Universitas Brawijaya (UB) dan mitra Australia ini dirancang untuk mengenalkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) melalui praktik langsung sejak usia sekolah dasar.

Persiapan kompetisi diawali dengan Teacher Orientation and Practical EV Solar Car Challenge Workshop yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB bersama Hunter Innovation and Science Hub Incorporated (HISH), Australia, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 25 guru dari sekolah dasar negeri dan swasta mengikuti pelatihan di Ruang Meeting 7.2, Gedung C FISIP UB. Mereka belajar merakit dan menguji mobil mini bertenaga surya sebagai bekal mendampingi siswa dalam kompetisi mendatang.

Setiap Sekolah Siapkan Tim Putra dan Putri

Ketua Pelaksana EV Solar Car Challenge Kota Malang, Assoc. Prof. Maulina Pia Wulandari, Ph.D., menjelaskan setiap sekolah akan mengirimkan dua tim, masing-masing terdiri atas kelompok siswa perempuan dan laki-laki.

Dengan skema tersebut, kompetisi ditargetkan melibatkan 50 tim, terdiri atas 25 tim perempuan dan 25 tim laki-laki.

Menurut Pia, pembagian tim ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak perempuan untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan di bidang STEM.

Program tersebut tidak hanya memperkenalkan teknologi energi terbarukan, tetapi juga melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan pemahaman siswa terhadap proses rekayasa teknologi.

“Guru dipersiapkan menjadi pendamping siswa dalam mengembangkan mobil surya untuk kompetisi mendatang,” demikian inti tujuan pelatihan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selama workshop, para guru mendapatkan penjelasan teknis perlombaan, praktik perakitan kendaraan, hingga pengujian mobil mini pada lintasan yang telah disediakan.

Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi guru untuk membimbing siswa belajar melalui proses mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki rancangan kendaraan.

Belajar Energi Terbarukan Lewat Praktik

Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional bertajuk Enhancing Indonesia-Australia Relations through Schools Solar Car Challenge. Kolaborasi tersebut melibatkan HISH Australia dengan Universitas Brawijaya, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Tadulako.

Proyek ini memperoleh hibah dari Australia–Indonesia Institute di bawah Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Pemerintah Australia.

Selain Kota Malang, program serupa melibatkan siswa sekolah dasar dan menengah pertama di Banjarmasin. Yakni melalui Universitas Lambung Mangkurat serta di Palu melalui Universitas Tadulako.

Emeritus Prof. Tim Roberts, Presiden HISH sekaligus Direktur Proyek Australia–Indonesia Schools Solar Car Challenge, menjadi salah satu penggerak utama kolaborasi tersebut. Program ini membawa pendekatan pendidikan sains berbasis praktik yang dikembangkan di Australia ke lingkungan sekolah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak sekadar mengenal konsep energi surya dari buku pelajaran. Namun juga memahami penerapannya melalui proses merancang, merakit, dan menguji kendaraan.

Dorong Pendidikan Berkualitas dan Kesetaraan Gender

Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FISIP UB, Assoc. Prof. M. Lukman Hakim, menyatakan dukungan fakultas terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi ini berperan dalam membuka kesempatan belajar dan membangun aspirasi masa depan anak.

Keterlibatan FISIP UB sekaligus menjadi kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwajana, juga menyambut positif program tersebut. Ia menilai pembelajaran mobil tenaga surya menjadi pengalaman baru yang masih jarang dijumpai di sekolah-sekolah di Kota Malang.

Lebih dari keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa berani bercita-cita. Serta juga mengenal beragam kemungkinan karier di bidang sains serta teknologi.

Dengan pembekalan kepada guru, program ini diharapkan berlanjut menjadi pembelajaran berbasis pengalaman di sekolah. Guru tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk bereksperimen, bekerja sama, dan menemukan solusi sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *