H20 2026 Buka Peluang Penguatan SDM dan Ekosistem Halal UIN Malang

H20 2026 Buka Peluang Penguatan SDM dan Ekosistem Halal UIN Malang

Indonesiandaily.com – Pengembangan ekosistem halal tidak cukup berhenti pada penerbitan sertifikat. Kebutuhan industri yang terus berkembang menuntut penguatan sumber daya manusia, teknologi pemeriksaan, riset, hingga jejaring perdagangan halal lintas negara.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat mengikuti The 5th Summit of Halal 20 (H20) di Jakarta, 18–20 September 2026.

Forum yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) itu mempertemukan pemerintah, lembaga halal, akademisi, industri, pelaku usaha, organisasi internasional, hingga sektor perdagangan dan investasi.

Bagi LPH UIN Malang, forum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan industri halal global sekaligus mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat layanan dan kompetensi di bidang jaminan produk halal.

Membuka Akses Kolaborasi 

Mengusung tema “Bridging Bridges: Connecting Nations and Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy”, H20 membahas berbagai isu yang berkaitan dengan masa depan industri halal.

Pembahasan mencakup perdagangan dan investasi halal, integrasi pasar, sertifikasi, inovasi teknologi, keberlanjutan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Informasi dan jejaring yang diperoleh dari forum tersebut dapat menjadi bahan pengembangan bagi LPH UIN Malang, terutama dalam meningkatkan kompetensi auditor, memperluas kerja sama pemeriksaan halal, serta mengembangkan riset dan teknologi pendukung.

Agenda hari pertama, misalnya, membahas konektivitas lembaga halal regional, ekosistem industri dan investasi halal global, perdagangan halal, serta masa depan ekonomi halal.

Sementara pada hari kedua, perhatian diarahkan pada perubahan karakter konsumen halal, integrasi pasar, peran sertifikasi dalam perdagangan internasional. Juga inovasi dan teknologi tinggi, hingga business matching.

Pembahasan tersebut memberi gambaran bahwa kebutuhan industri halal semakin luas. Sertifikasi menjadi bagian dari rantai ekosistem yang juga membutuhkan SDM kompeten. Termasuk pula teknologi, riset, serta sistem perdagangan yang saling terhubung.

Perkuat Kompetensi SDM Halal 

Salah satu agenda strategis yang berkaitan langsung dengan pengembangan SDM adalah rencana perpanjangan kerja sama. Khususnya antara Halal Center UIN Malang sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan BPJPH.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang jaminan produk halal.

Manfaatnya tidak hanya ditujukan bagi kelembagaan kampus. Penguatan kompetensi dapat menjangkau auditor halal, penyelia halal. Juga tenaga profesional, maupun SDM yang bekerja di industri halal.

Dengan demikian, perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih luas dalam menyiapkan tenaga yang dibutuhkan oleh ekosistem halal nasional.

Dari Laboratorium hingga Perdagangan Global

H20 juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas bagi LPH UIN Malang.

Bidang yang dapat dikembangkan meliputi jejaring lembaga halal nasional dan internasional, pemeriksaan. Serta sertifikasi halal, riset laboratorium, inovasi teknologi, serta pengembangan halal value chain.

Rantai nilai tersebut mencakup sektor industri, supply chain, logistik, pariwisata. Hingga perdagangan internasional.

Bagi pelaku usaha, penguatan ekosistem tersebut berpotensi membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan, layanan, dan jejaring halal. Sementara bagi dunia akademik, kolaborasi dapat diarahkan pada riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan industri.

Membawa Pulang Manfaat dari H20 

Hari ketiga H20 mengangkat isu talent, supply chain, dan penutupan forum. Pembahasan mencakup rantai pasok halal lintas negara, pengembangan talenta halal, halal tourism. Serta peran media dalam membangun ekosistem halal yang terpercaya.

Rangkaian pembahasan tersebut menjadi referensi bagi LPH UIN Malang untuk melihat kebutuhan ekosistem halal secara lebih menyeluruh.

Kehadiran di H20 ke-5 pada akhirnya bukan sekadar agenda kelembagaan. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring sekaligus membawa pulang pengetahuan. Serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di UIN Malang.

Kolaborasi antara LPH, Halal Center, BPJPH, perguruan tinggi, industri, dan mitra strategis diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal. Terutama yang mencakup sertifikasi, pendidikan, pelatihan, riset, inovasi, dan perdagangan.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi UIN Malang untuk berkontribusi lebih luas. Terutama dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu terhubung dengan kebutuhan industri halal global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *