Indonesiandaily.com – Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menunjukkan bahwa dunia kedokteran dan farmasi tidak membuat mereka kehilangan ruang untuk mengembangkan kemampuan di bidang lain.
Hal itu dibuktikan dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II 2026 yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dua mahasiswa FKIK berhasil membawa pulang medali dari kompetisi yang mempertemukan peserta 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura tersebut.
Dua prestasi itu datang dari cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 20 Juz dan Islamic Solo Song.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2023, Abu Bakar, berhasil meraih juara ketiga atau medali perunggu pada cabang MHQ 20 Juz.
Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri mengingat aktivitas mahasiswa kedokteran yang cukup padat dengan perkuliahan, praktikum hingga berbagai tuntutan akademik. Di tengah kesibukan itu, Abu Bakar tetap mampu mempertahankan kemampuan hafalan Al-Qur’an dan tampil tenang di hadapan dewan juri.
Sementara itu, panggung seni menjadi ruang bagi Nasywa Amelia Diva Salsabisa untuk menunjukkan kemampuannya. Mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi angkatan 2024 tersebut meraih juara kedua atau medali perak pada cabang Islamic Solo Song.
Nasywa tampil dengan kekuatan vokal dan penguasaan panggung. Ini yang membuatnya mampu bersaing dengan peserta dari berbagai PTKIN di Jawa dan Madura.
Bukan Sekadar Medali
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FKIK UIN Malang, Dr. Begum Fauziyah, S.Si., M.Farm., menilai capaian tersebut menunjukkan potensi mahasiswa FKIK. Dimana tidak hanya berada di ranah akademik dan sains kesehatan.
“Mahasiswa FKIK tidak hanya terbukti unggul dalam akademis, sains maupun klinis medis. Tapi juga memiliki keunggulan spiritual dan bakat seni,” kata Begum.
Menurut dia, keberhasilan Abu Bakar dan Nasywa memperlihatkan bagaimana kemampuan akademik dapat berjalan beriringan. Yakni dengan nilai keislaman dan pengembangan bakat mahasiswa.
“Capaian Abu Bakar di bidang Al-Qur’an dan Nasywa di bidang seni keislaman menjadi bukti nyata penerapan visi integrasi keilmuan dan keislaman,” ujarnya.
Dua medali tersebut sekaligus ikut menyumbang poin bagi kontingen besar UIN Maliki Malang dalam perburuan prestasi pada PORSI JAWARA II 2026.
Dari Kampus ke Arena Kompetisi
Bagi Abu Bakar dan Nasywa, pencapaian di Pekalongan tidak berhenti pada trofi dan medali. Kompetisi tersebut menjadi pengalaman untuk menguji kemampuan. Sekaligus membangun mental ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai kampus.
Ajang tersebut juga membuka ruang silaturahmi antarmahasiswa PTKIN. Mereka bertemu dengan peserta dari berbagai daerah. Dengan latar belakang kemampuan dan pengalaman yang berbeda.
Prestasi ini sekaligus menjadi bagian dari semangat yang disampaikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., ketika melepas kontingen PORSI JAWARA II 2026.
Mahasiswa didorong untuk bertanding tanpa beban, menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah. Juga mengedepankan kerja keras dan optimisme.
Bagi FKIK UIN Malang, dua medali tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa kesehatan memiliki ruang luas untuk berkembang. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional di bidang medis. Tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan spiritual, seni, dan keberanian berkompetisi.
Pimpinan FKIK pun memberikan apresiasi kepada Abu Bakar, Nasywa. Serta seluruh delegasi yang telah membawa nama fakultas dalam ajang regional tersebut.
Capaian itu diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya untuk berani keluar dari ruang akademik, mengembangkan potensi. Serta membawa prestasi FKIK UIN Malang ke level yang lebih tinggi.



