Dosen UIN Maliki Bagikan Strategi Tembus Jurnal Internasional Top Tier kepada Mahasiswa UM

Dosen UIN Maliki Bagikan Strategi Tembus Jurnal Internasional Top Tier kepada Mahasiswa UM

Indonesiandaily.com – Menembus jurnal internasional bereputasi tinggi tidak cukup dengan menghasilkan penelitian yang baik. Peneliti juga perlu menunjukkan kebaruan, memperkuat argumentasi ilmiah, dan memilih jurnal yang sesuai dengan karakter penelitiannya.

Strategi tersebut dibahas dosen Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhammad Saefi, M.Pd., saat menjadi dosen tamu dalam kegiatan co-teaching mata kuliah Publikasi Ilmiah di Pascasarjana Departemen Biologi Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema “Strategi Tembus Jurnal Internasional Top Tier”, kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis untuk menyiapkan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal internasional bereputasi.

Kebaruan Menjadi Kunci 

Salah satu aspek yang dibahas ialah novelty atau kebaruan penelitian. Aspek ini penting untuk menunjukkan kontribusi sebuah penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Artikel ilmiah perlu menawarkan kontribusi yang jelas, bukan sekadar mengulang temuan sebelumnya. Peneliti juga harus mampu menjelaskan posisi penelitiannya dibandingkan dengan studi terdahulu.

“Peneliti perlu menunjukkan kebaruan dan kontribusi ilmiah yang jelas agar artikelnya memiliki nilai tambah bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ujar Saefi. (Kutipan ini merupakan rumusan editorial dan perlu dikonfirmasi kepada narasumber.)

Selain kebaruan, pemilihan jurnal menjadi bagian penting dalam proses publikasi. Penulis perlu memeriksa kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal, karakteristik artikel yang diterbitkan, serta standar penulisan yang berlaku.

Ketidaksesuaian antara isi artikel dan fokus jurnal dapat menghambat proses publikasi, bahkan sebelum naskah memasuki tahap penelaahan lebih lanjut.

Memahami Proses Review 

Mahasiswa juga mendapatkan pembahasan mengenai penyusunan argumentasi ilmiah, penyajian hasil penelitian, dan mekanisme peer review atau penelaahan sejawat.

Dalam proses ini, penulis perlu menanggapi komentar reviewer secara sistematis dan berbasis bukti. Revisi tidak cukup dilakukan dengan mengubah kalimat, tetapi harus menjawab persoalan ilmiah yang disampaikan penelaah.

“Respons terhadap reviewer harus disusun secara sistematis, disertai argumentasi ilmiah dan revisi yang relevan,” ujar Saefi. (Kutipan ini merupakan rumusan editorial dan perlu dikonfirmasi kepada narasumber.)

Pembahasan tersebut juga mencakup kesalahan umum yang berpotensi menyebabkan artikel ditolak. Pemahaman terhadap standar jurnal dan proses penelaahan diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan naskah secara lebih terarah.

Perkuat Kolaborasi Lintas Kampus 

Kegiatan co-teaching ini menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi UIN Maliki dan UM. Mahasiswa Pascasarjana Departemen Biologi UM memperoleh kesempatan mempelajari strategi publikasi dari dosen yang berasal dari perguruan tinggi berbeda.

Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan penelitian. Bagi UIN Maliki, keterlibatan dosen dalam pembelajaran lintas kampus menjadi bagian dari kontribusi akademik untuk mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Melalui pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan penelitian, tetapi juga menyusun artikel yang memiliki kontribusi ilmiah jelas dan siap bersaing dalam proses publikasi jurnal internasional bereputasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *