Indonesiandaily.com – Ratusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan karya inovatif bersama masyarakat, mulai dari produk olahan pangan dan kerajinan ramah lingkungan hingga media pembelajaran. Projek ini melibatkan anak disabilitas, kelompok perempuan, dan komunitas lokal sebagai mitra kolaborasi.
Sebanyak 203 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Angkatan 2025 memamerkan hasil karya mereka di Aula BAU Kampus III UMM, Selasa (27/10/2026). Pameran tersebut menjadi bagian dari Projek Kepemimpinan yang dirancang untuk menghubungkan kompetensi calon guru dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Ketua Tim Kerja PPG UMM, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gelar karya ini bukan sekadar pameran hasil akademik, melainkan manifestasi kegiatan yang berdampak langsung,” ujarnya.
Libatkan Anak Disabilitas dan Kelompok Perempuan
Salah satu karya yang menonjol hadir dari stan Widyakarya. Mahasiswa mengembangkan tote bag jumputan dan ecoprint, pengharum ruangan berbahan ekstrak mawar, serta lilin aromatik yang memanfaatkan minyak jelantah warga.
Perwakilan stan Widyakarya, Gilang Maulana Jauza, menjelaskan bahwa pembuatan tote bag dilakukan bersama anak-anak disabilitas di Yayasan Anak Bangsa, Sawojajar. Kolaborasi ini diarahkan untuk membuka ruang kreativitas sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh yayasan.
“Pembuatan tote bag ini kami kembangkan bersama anak-anak disabilitas di Yayasan Anak Bangsa, Sawojajar,” kata Gilang.
Menurutnya, produk tersebut juga dirancang sebagai suvenir resmi yayasan. Keterlibatan anak-anak disabilitas menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengembangkan kegiatan produktif yang memperhatikan potensi dan kemampuan setiap peserta.
Kolaborasi dengan masyarakat juga dilakukan mahasiswa kelas PGSD 5 melalui stan Pranatara. Mereka bekerja bersama PKK RW 3 Kota Lama, PKK Kecamatan Wagir, serta kelompok perempuan di wilayah Dau pada September 2026.
Dari kerja sama tersebut, mahasiswa dan mitra menghasilkan abon pepaya untuk memanfaatkan hasil panen berlebih, lilin berbahan minyak jelantah, serta sabun dengan ekstrak kulit jeruk. Produk-produk tersebut mengangkat potensi lokal sekaligus menawarkan alternatif pemanfaatan bahan yang kerap terbuang.
Dari Potensi Lokal hingga Media Pembelajaran
Selain pemberdayaan masyarakat, pameran ini menghadirkan karya yang menggabungkan kreativitas, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan.
Tujuh stan menampilkan beragam tema, mulai dari permainan tradisional dan batik, pemanfaatan alam, pertanian, hingga pelestarian lingkungan. Isu kebakaran hutan dan lahan juga diangkat sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
Mahasiswa turut mengembangkan media pembelajaran untuk siswa sekolah dasar. Bentuknya meliputi permainan digital dan alat peraga konkret untuk materi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), metamorfosis, ekosistem, hingga pembelajaran Bahasa Indonesia melalui panggung wayang.
Ragam karya tersebut memperlihatkan bahwa Projek Kepemimpinan PPG tidak hanya menjadi ruang unjuk kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada calon guru untuk merancang pembelajaran sekaligus mengidentifikasi potensi dan persoalan di lingkungan masyarakat.
Calon Guru Dituntut Peka terhadap Persoalan Sosial
Pameran bertema “Meneguhkan Jiwa Kebangsaan, Mengabdi Karya Inovatif Calon Guru Profesional” itu juga diisi seminar mengenai pembelajaran mendalam, kewarganegaraan digital, dan sekolah aman. Materi tersebut disampaikan Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur periode 2022–2027, Dra. Hj. Rukmini Amar, M.AP.
Rukmini menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai kebangsaan dan toleransi kepada peserta didik.
“Guru berkemajuan tidak sekadar mengajar, tetapi juga harus merawat nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan yang mengedepankan kecerdasan dan toleransi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yumiardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., mengingatkan bahwa profesi guru merupakan bentuk pengabdian untuk mencerdaskan bangsa. Menurutnya, calon guru perlu terus berinovasi agar pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui projek ini, mahasiswa PPG UMM didorong untuk tidak berhenti pada penguasaan materi pembelajaran. Mereka juga perlu membangun kolaborasi, mengenali kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan karya yang berangkat dari potensi lokal dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



