Indonesiandaily.com – Tim dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) membantu meningkatkan daya saing UMKM Lapak Gemoy di kawasan Manukan, Surabaya Barat, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Pendampingan ini difokuskan pada penguatan branding, pemasaran digital, hingga inovasi produk agar usaha mie ayam tersebut mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Lapak Gemoy yang berdiri sejak Mei 2024 merupakan usaha kuliner milik Ayu Puspitasari. Selama ini, konsumen yang datang masih didominasi warga sekitar lokasi usaha sehingga target pasar yang lebih besar belum tercapai.
Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat. Kondisi tersebut berdampak pada harga jual yang tidak stabil serta margin keuntungan yang fluktuatif. Di sisi lain, promosi masih mengandalkan metode offline dengan variasi menu yang terbatas.
Fokus Tingkatkan Branding dan Pemasaran Digital
Program pendampingan dilaksanakan oleh Galuh Prawestri Citra Handani bersama Dr. Harrij Mukti K., Irwan Heryanto (Eryk), Ir. Rohmanita Duanaputri, Sukamdi, dan Ir. Imron Ridzki dari Jurusan Teknik Elektro Prodi Teknik Listrik dan Sistem Kelistrikan Polinema. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro.
Tim pengabdian menerapkan strategi pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, pelayanan. Serta promosi secara online maupun offline agar Lapak Gemoy semakin dikenal masyarakat Surabaya Raya.
Salah satu langkah utama adalah membangun identitas usaha melalui media digital. Tim membuat media promosi yang menampilkan profil usaha, lokasi, sejarah berdirinya Lapak Gemoy, hingga produk unggulan mie ayam.
Promosi juga diperkuat melalui media sosial Instagram dan platform layanan pesan antar makanan. Seperti GoFood agar jangkauan konsumen semakin luas.
Hadirkan Varian Menu Baru
Selain memperkuat pemasaran, tim Polinema juga memberikan ide pengembangan produk dengan menambah berbagai pilihan topping. Mulai dari bakso, fish ball, jamur, ayam charsiu, ayam rica, tahu bakso hingga pilihan tingkat kepedasan.
Tak hanya itu, Lapak Gemoy juga didorong menghadirkan minuman segar berbahan buah. Ini untuk melengkapi menu yang tersedia.
“Saya suka memasak dan mencoba eksplor varian topping. Biar bisa dirasakan banyak orang,” ujar Ayu Puspitasari, pemilik Lapak Gemoy.
Menurut tim pengabdian, inovasi menu menjadi salah satu strategi penting. Agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dan tertarik untuk kembali berkunjung.
Gandeng Food Vlogger Perluas Promosi
Strategi berikutnya adalah memanfaatkan promosi melalui pihak ketiga dengan menggandeng food vlogger Surabaya. Langkah ini dinilai efektif memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas melalui konten digital.
Sejumlah kreator kuliner seperti umkm_manukan, Rizka | Kuliner Mbak Lemu, KULINERSBY | Kuliner Surabaya, dan INFO SURABAYA turut membuat video ulasan mengenai Lapak Gemoy.
Dalam kontennya, para food vlogger menampilkan pengalaman mencicipi mie ayam, mengulas cita rasa, suasana tempat makan, pelayanan, hingga proses penyajian. Berbagai rekomendasi cara menikmati mie ayam dengan tambahan sambal, kecap, maupun pangsit goreng juga ditampilkan untuk menarik minat calon pelanggan.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai DIPA Politeknik Negeri Malang Tahun 2025 ini, tim berharap Lapak Gemoy mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, sekaligus menjadi contoh transformasi digital bagi UMKM kuliner di Surabaya.
