Dosen Farmasi UIN Malang Dampingi Warga Tlekung Ubah Kulit Jeruk Jadi Produk Bernilai

Dosen Farmasi UIN Malang Dampingi Warga Tlekung Ubah Kulit Jeruk Jadi Produk Bernilai

Indonesiandaily.com – Kulit jeruk yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah mulai dilirik sebagai produk bernilai ekonomi oleh masyarakat Desa Tlekung, Kota Batu. Dosen Farmasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) mendampingi warga mengembangkan dry slice kulit jeruk sekaligus memperkuat pemasaran digitalnya.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Dr. apt. Rahmi Annisa, M.Farm., bersama Dr. apt. Wirda Anggraini, M.Farm., dan apt. Siti Maimunah, M.Farm. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker, Nabila Rahmadani dan Riza Ambar Sari.

Dengan mengambil tempat di ruang pertemuan Apotek Pendidikan UIN Malang MALIKI Apotek, Jl. RA Kartini no 41 Junrejo Kota Batu. Sabtu (03/10/’26)

Program ini menyasar sekitar 25 anggota PKK RT 04 RW 03 Desa Junrejo Kota Batu. Warga tidak hanya mendapatkan edukasi pengolahan kulit jeruk, tetapi juga dilatih agar mampu menjadikan produk tersebut sebagai komoditas yang memiliki pasar.

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai

Rahmi menjelaskan, program tahun ini merupakan kelanjutan dari pendampingan sebelumnya. Jika sebelumnya warga diperkenalkan pada pengolahan kulit jeruk menjadi dry slice, kini fokus diperluas pada cara menjual dan membangun identitas produk.

“Setelah mereka memiliki keterampilan membuat dry slice, mereka perlu mengetahui bagaimana cara menjualnya,” kata Rahmi.

Kulit jeruk dipotong berukuran kecil, kemudian dikeringkan menggunakan food dehydrator atau dijemur dengan sinar matahari. Setelah kering, produk dikemas rapat untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan.

Produk tersebut dapat diseduh menggunakan air panas dan ditambahkan madu. Pengolahan ini membuat bagian jeruk yang sebelumnya kurang dimanfaatkan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk minuman berbasis bahan lokal.

Warga Belajar Jualan Secara Digital

Pendampingan tidak berhenti pada proses produksi. Warga juga diajarkan dasar-dasar digital marketing, mulai dari menghasilkan foto produk yang menarik, membuat materi iklan, hingga mengunggah produk ke platform perdagangan digital.

Praktik dilakukan secara langsung agar warga memahami tahapan pemasaran dari hulu hingga hilir. Mereka belajar menentukan harga, menampilkan foto dan video produk, serta mengelola etalase digital.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena produk lokal tidak cukup hanya memiliki kualitas. Kemampuan memperkenalkan produk kepada konsumen melalui kanal digital juga menjadi bagian dari daya saing.

Dibuka Peluang Titip Jual di Apotek Pendidikan

Program pengabdian ini juga diarahkan pada hilirisasi produk. Tim dosen membuka peluang agar dry slice hasil produksi warga dapat dipasarkan melalui Apotek Pendidikan UIN Malang.

Apotek Pendidikan tidak hanya menjadi tempat praktik mahasiswa, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan konsumen.

“Produk diharapkan bisa dijual di sini, baik secara online maupun offline,” ujar Rahmi.

Menurutnya, keberadaan kanal pemasaran tersebut dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk mengembangkan produk secara lebih berkelanjutan.

Bagi masyarakat Tlekung yang berada di kawasan penghasil jeruk, pemanfaatan kulit jeruk menjadi dry slice memberikan alternatif pemanfaatan hasil pertanian. Warga tidak hanya bergantung pada penjualan buah segar, tetapi juga dapat mengolah bagian lain menjadi produk dengan nilai tambah.

Pendampingan yang dilakukan selama dua tahun berturut-turut itu mendapat respons positif dari warga. Peserta bahkan dibatasi sekitar 30 orang karena tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program.

Ke depan, keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran digital diharapkan dapat berjalan beriringan. Dengan begitu, kulit jeruk tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *