Aspikom Bantah Isu Pembubaran Prodi Ilmu Komunikasi: Soft Skill Jadi Andalan di Era Disrupsi

Aspikom Bantah Isu Pembubaran Prodi Ilmu Komunikasi: Soft Skill Jadi Andalan di Era Disrupsi

Indonesiandaily.com – Isu mengenai rencana penghapusan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi belakangan menuai respons serius dari Asosiasi Prodi Ilmu Komunikasi (Aspikom). Ketua Umum Aspikom, Prof. Anang Sujoko, memberikan tanggapan tegas dan komprehensif mengenai polemik yang tengah berkembang di dunia akademik tersebut.

Dalam pernyataannya, Prof. Anang menegaskan bahwa sebelum mengambil kebijakan drastis seperti penghapusan prodi, perlu dilakukan identifikasi masalah secara mendalam. “Kita harus mencari akar permasalahan. Apakah persoalannya benar-benar pada relevansi keilmuan atau justru pada aspek teknis seperti kurikulum?” ujarnya.

Ia menekankan bahwa isu link and match dengan dunia kerja tidak bisa disederhanakan hanya pada angka keterserapan lulusan. Menurutnya, persoalan itu hanyalah persoalan kurikulum yang dapat diperbarui.

Ia mempertanyakan, apakah prodi selama ini sudah menjalankan proses belajar mengajar sesuai standar yang ditentukan oleh Kementerian. Termasuk dalam hal tata kelola institusi, sumber daya manusia (SDM), kurikulum, dan evaluasi.

“Jika semua sudah berjalan sesuai aturan, barulah kita bisa bicara soal pembubaran. Artinya banyak faktor yang harus dievaluasi untuk menentukan kelayakan suatu prodi,” tegasnya.

 

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Ilmu Komunikasi Justru Makin Dibutuhkan

Aspikom saat ini tengah gencar melakukan evaluasi kurikulum dengan melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta pemangku kebijakan. Dari beberapa kali pertemuan, justru didapatkan kesimpulan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi jauh dari kata dibubarkan.

“Ilmu Komunikasi tidak menghasilkan sarjana yang semata-mata teknis atau mahir menguasai alat tertentu. Kami justru membekali lulusan dengan soft skill yang spesial dan sangat dibutuhkan di era digital saat ini,” jelasnya.

Para mahasiswa Ilmu Komunikasi dibekali kemampuan memahami nilai dari suatu konten atau produk jurnalistik, serta mahir mengkomunikasikan pesan-pesan strategis. Ke depan, Aspikom juga tengah menyusun kurikulum baru yang akan mempelajari penguasaan teknologi digital untuk analisis.

 

Go Internasional dan Kolaborasi Global

Tak hanya persoalan kurikulum, Aspikom juga aktif menjembatani kerja sama tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, langkah ini diharapkan membantu prodi-prodi Ilmu Komunikasi mendapatkan hibah luar negeri yang lebih luas.

“Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan webinar internasional untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak luar negeri. Dengan begitu, prodi Ilkom tidak hanya bergantung pada hibah kompetisi dalam negeri,” ungkap Prof. Anang.

Aspikom juga telah menjadwalkan kedatangan perwakilan dari tujuh negara maju yang akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 20 perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi dari berbagai universitas di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari program ‘Jalan Sutera Penelitian’ yang digagas Aspikom untuk membawa prodi Ilmu Komunikasi Go Internasional.

 

AI dan Revolusi Kurikulum

Salah satu terobosan penting yang diusung Aspikom adalah revisi kurikulum yang menekankan pada penguasaan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari pembekalan soft skill lulusan. “Kami tidak ingin lulusan Ilkom diperbudak oleh teknologi. Sebaliknya, kami membekali mental dan moral agar mereka mampu menguasai dan mengarahkan teknologi itu sendiri,” tegas Prof. Anang.

Selain itu, Aspikom juga memperkuat kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat dengan sejumlah kampus luar negeri.

 

Kongres Luar Biasa dan Keanggotaan Baru

Dalam rangka memperluas jangkauan organisasi, Aspikom akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang salah satu agendanya adalah mengakomodasi keanggotaan individual. Selama ini, keanggotaan Aspikom hanya terbatas pada level prodi. Ke depan, dosen sebagai pengajar sekaligus peneliti akan menjadi prioritas untuk bergabung secara individu.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Aspikom optimistis bahwa Prodi Ilmu Komunikasi tidak hanya akan bertahan, tetapi juga semakin relevan dan kompetitif di tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *