Indonesiandaily.com – Anggota Legislatif (Aleg) Dr. H. Indra Permana menilai, penguatan Perumda BPR Tugu Artha bukan sekadar agenda pengembangan BUMD. Melainkan hal tersebut merupakan bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan ekonomi daerah. Terutama di tengah persaingan industri keuangan yang semakin kompetitif.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang yang membidangi ekonomi, keuangan, perdagangan, dan BUMD, Indra Permana menilai Pemkot Malang perlu memberikan keberpihakan nyata terhadap bank daerah. Dengan tujuan lembaga keuangan tersebut agar mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Hal tersebut disampaikan dalam pembacaan rekomendasi Pansus LKPJ Wali Kota Malang Tahun 2025. Dimana salah satunya mendorong penguatan dukungan pemerintah terhadap Perumda BPR Tugu Artha. Yakni melalui optimalisasi payroll honorarium RT/RW dan lembaga kemasyarakatan.
Menurut politikus PKS ini, keberadaan BPR daerah memiliki fungsi strategis dalam menjaga sirkulasi ekonomi masyarakat agar tetap berputar di daerah sendiri.
“Ketika lembaga keuangan daerah tumbuh kuat, maka dampaknya akan langsung terasa pada penguatan UMKM, meningkatnya akses pembiayaan rakyat, hingga bertambahnya kontribusi terhadap PAD Kota Malang. Ini adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Perkuat Instrumen Keuangan Daerah
Sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, ia juga menilai bahwa daerah yang maju adalah wilayah yang mampu memperkuat instrumen ekonominya sendiri tanpa selalu bergantung pada kekuatan eksternal.
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi kekuatan ekonomi besar dari luar daerah. Kota Malang harus memiliki kekuatan finansial sendiri melalui BUMD yang sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Indra kemudian mencontohkan keberhasilan BPR Delta Artha yang mampu berkembang pesat. Ini karena adanya sinergi kuat antara manajemen perusahaan dan dukungan penuh pemerintah daerah.
“BPR Delta Artha menunjukkan bahwa ketika pemerintah daerah serius membangun BUMD-nya, maka hasilnya luar biasa. Kota Malang memiliki potensi besar untuk mencapai hal yang sama, bahkan lebih,” tambahnya.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap ekonomi makro maupun mikro daerah, Kaji Indra – panggilan akrabnya, terus mendorong lahirnya kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka. Tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian ekonomi Kota Malang di masa depan.
