Aleg PKS Ini Tanggapi Keluhan Banyak Jalan Berlubang: Pemkot Harus Punya Tim Pengecekan

Aleg PKS Ini Tanggapi Keluhan Banyak Jalan Berlubang: Pemkot Harus Punya Tim Pengecekan

Indonesiandaily.com – Anggota Legislatif (Aleg) dari PKS, Akhdiyat Syabril Ulum langsung gercep menanggapi keluhan banyaknya jalan berlubang. Ia pun mendesak Pemkot Malang segera membentuk tim khusus untuk rutin mengecek jalan. Terutama jalan yang berpotensi cepat rusak berlubang.

Sebelumnya, di grup Medsos Pengaduan Publik Malang, ramai dikeluhkan warga mengenai banyaknya jalan rusak di Kota Malang. Mereka mengeluhkan banyak jalan yang bergelombang dan berlubang. Tentunya fasilitas jalan seperti ini membahayakan pengguna jalan.

Menyoroti hal tersebut, Aleg Akhdiyat Syabril Ulum menanggapi dan berharap agar Pemkot punya tim khusus yang mengecek kondisi jalan.   Bahkan Ulum mengusulkan prioritas anggaran  diberikan dalam bentuk penanganan dana insidental. Yakni anggaran khusus untuk penanganan jalan berlubang di Kota Malang.

“Dengan demikian angka kecelakaan akibat jalan berlubang dapat ditekan. Masyarakat pun bisa lebih nyaman berkendara baik siang maupun malam,” ungkap Ulum, Kamis (26/02).

Politikus PKS ini menekankan, semestinya Pemerintah Kota Malang aktif dan tidak menunggu laporan kecelakaan akibat jalan berlubang. Ia menyayangkan jika aparatur Pemerintah Daerah baru bertindak jika laporan datang.

Dalam grup Pengaduan Publik Malang itu sendiri, kerap menerima laporan warga yang menjadi korban akibat jalan rusak. Jalan sebagai fasilitas umum di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Malang dinilai belum mendapat penanganan optimal, terutama saat musim hujan.

Koordinator Grup Pengaduan Publik Malang, Sudarno, mengatakan meningkatnya intensitas hujan memang kerap memicu munculnya jalan berlubang. Namun, menurutnya, kondisi tersebut seharusnya sudah diantisipasi pemerintah melalui langkah pencegahan dan penanganan cepat.

“Curah hujan tinggi memang bisa menyebabkan jalan rusak. Tapi pemerintah tetap harus menyiapkan antisipasi agar tidak membahayakan pengguna jalan. Faktanya, sudah banyak warga yang terjatuh akibat kondisi ini,” ujarnya, seperti yang dikutip dari Malang Posco Media.

Ia menilai, apabila perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan, pemerintah setidaknya harus menghadirkan penanganan sementara. Misalnya dengan pemasangan tanda peringatan di titik rawan atau perbaikan darurat guna meminimalisasi risiko kecelakaan.

Menurut Sudarno, kondisi ini mencerminkan aspek keselamatan masyarakat belum menjadi prioritas utama. Lambannya respons terhadap laporan warga disebut semakin memperburuk situasi. Terlebih Kota Malang memiliki mobilitas masyarakat tinggi dengan arus lalu lintas yang padat setiap hari.

Ia mengaku berbagai keluhan telah disampaikan kepada kepala dinas terkait dan Walikota melalui forum WhatsApp Group Pengaduan Publik. Namun hingga kini, belum terlihat penanganan signifikan di lapangan.

“Sebagai bentuk desakan, kami terus mendokumentasikan kejadian warga yang terjatuh akibat jalan berlubang. Dokumentasi ini menjadi pengingat agar penanganan tidak berlarut dan tidak menimbulkan korban lebih banyak,” tegasnya.

Sejumlah titik yang dinilai cukup parah antara lain kawasan depan SPBU Arjowinangun dan sekitar Jembatan Brantas. Selain kondisi jalan rusak, kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut dinilai berpotensi memicu efek domino kecelakaan.

Mewakili warga yang menyampaikan aduan, Sudarno berharap Pemerintah Kota Malang segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *