PBA UMM Kini jadi Motor Penggerak Pengembangan Bahasa Arab

PBA UMM Kini jadi Motor Penggerak Pengembangan Bahasa Arab

Indonesiandaily.com – Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini sebagai motor penggerak pengembangan bahasa Arab di Indonesia. Yakni melalui Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026, yang merupakan ajang kejuaraan nasional Bahasa Arab untuk siswa SMA/MA sederajat. Sekaligus menegaskan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis digital.

Ketua Pelaksana ALEPO 2026, Rizki Saputra, menjelaskan bahwa nama “ALEPO” memiliki filosofi tersendiri. Nama tersebut diambil dari salah satu kota di Suriah yang dikenal sebagai pionir pengembangan peradaban dan teknologi dunia. Filosofi ini kemudian diterjemahkan ke dalam konsep kegiatan yang menggabungkan kekuatan tradisi bahasa Arab dengan pendekatan pembelajaran modern.

“Kami ingin membawa branding bahasa Arab yang luwes dan progresif. Serta ramah di dunia digital,” ungkap Rizki.

 

Filosofi ALEPO

Sedangkan filosofi ALEPO sendiri dibawa ke konsep kegiatan, mulai dari jenis lomba, sistem penilaian. Hingga pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaannya.

Ia menambahkan, ALEPO 2026 dirancang  sebagai ruang edukasi dan eksplorasi bagi generasi muda untuk melihat bahasa Arab dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, bahasa Arab tidak lagi cukup dipahami sebatas bahasa kitab atau kelas formal. Melainkan juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi global.

“Melalui ALEPO, kami ingin menekankan bahwa bahasa Arab itu relevan, hidup, dan bisa menjadi bekal masa depan. Apalagi di era digital, peluang pengembangan bahasa Arab justru semakin terbuka,” ujarnya.

 

Mahasiswa PBA UMM Mampu Respon Tantangan Zaman

Rizki menekankan, keterlibatan mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PBA UMM mampu merespons tantangan zaman secara kreatif. Ia berharap ALEPO dapat terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang mendorong inovasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.

Sementara itu, Ketua PBA UMM, Mochammad Firdaus MEd mengapresiasi konsistensi mahasiswa dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional ini. Menurutnya, ALEPO tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi dan apresiasi untuk menumbuhkan minat terhadap bahasa Arab.

“Menurutnya saya, ALEPO mampu menghadirkan wajah pembelajaran bahasa Arab. Dengan kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

 

Ekosistem Pembelajaran ke Ranah Digital

Tema digitalisasi pada ALEPO 2026 ia nilai tepat sebagai respons atas pergeseran ekosistem pembelajaran bahasa Arab ke ranah digital. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki visi jangka panjang.

“Dengan demikian mahasiswa mampu membaca tantangan zaman. Digitalisasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Arab mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Melalui ALEPO 2026, PBA UMM semakin mengukuhkan diri sebagai prodi yang progresif dan peduli terhadap pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *