Indonesiandaily.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Islam Malang (Unisma) yang bernama Fenomena, menggelar program perdana Fenomena Mengabdi. Kegiatan ini mengambil tempat di Sekolah Alam Sobyor Joyful Learning, Ahad (1/11/’26). Para mahasiswa tersebut mengedukasi anak-anak usia empat hingga dua belas tahun mengenai literasi lingkungan.
Dijelaskan oleh Ketua Pelaksana Fenomena Mengabdi Kamelia Nafiah, bahwa LPMnya sengaja mengambil tema “Earth to Ear: When Nature Speaks, We Listen”. Bahwa isu lingkungan menjadi narasi utama pengabdian mereka kali ini. Utamanya untuk menyoroti darurat bencana kebakaran hutan.
“Anak-anak harus memahami peran penting menjaga alam sejak dini,” ungkap Kamelia.
Selanjutnya pemateri inti, Wildan Nabily, membagikan ilmunya melalui metode mendongeng interaktif menggunakan boneka tangan burung. Ia menggugah kepedulian lingkungan dengan menganalogikan bumi sebagai entitas hidup yang bisa sedih atau tersenyum.
“Burung adalah kunci penanda bahwa kelestarian lingkungan tersebut masih sangat alami,” tutur Wildan.
Lantas peserta diajak mengeksplorasi alam langsung, untuk menyusun karya jurnalistik kolase pada sebuah majalah mini.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Sobyor Joyful Learning, Lutfi Suseno, mengapresiasi metode terapan literasi berbasis proyek ini. Menurutnya, anak-anak sangat antusias terhadap materi yang diberikan mahasiswa LPM Femomena.
“Cara bertutur lewat cerita yang disampaikan teman-teman mahasiswa Unisma. Saya rasa lebih efektif daripada sekadar presentasi digital,” ujar Lutfi.
Kegiatan ini sendiri sebagai upaya LPM Fenomena untuk menggeser stigma, seakan pers mahasiswa hanya fokus mengkritik kebijakan saja.
Di sisi lain Pimpinan Umum LPM Fenomena, Muhammad Masykur Syauqi, menegaskan pentingnya menggugah kepedulian lingkungan di masyarakat. Ia optimis kegiatan ini dapat sebagai sarana simulasi jurnalistik, sekaligus untuk memperbaiki tatanan sosial masa depan.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat membangun landasan karakter jurnalis warga yang kritis dan berimbang.
Di akhir kegiatan, para peserta cilik berhasil merampungkan majalah mini alam dan memamerkan karya mereka dengan bangga. Serta seluruh panitia pun berkomitmen untuk meneruskan program pengabdian inovatif ini, pada periode kepengurusan selanjutnya.
Oleh: Mukhammad Yusril Muzakky
Penulis adalah mahasiswa Internship Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNISMA Malang.




