Indonesiandaily.com – Industri sepak bola menawarkan peluang karier yang lebih luas daripada menjadi pemain atau pelatih. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat berkontribusi melalui bidang komunikasi, kesehatan, teknologi, analisis data, hingga pengelolaan bisnis klub.
Peluang tersebut diperkenalkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri sepak bola. Mahasiswa diajak mengenali kebutuhan dunia kerja sekaligus memahami kompetensi yang perlu disiapkan sejak di bangku kuliah.
Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi sepak bola melibatkan banyak sektor. Aktivitasnya mencakup transportasi, perhotelan, konsumsi, keamanan, UMKM, sponsor, hingga media.
“Ketika pertandingan sepak bola digelar, bukan hanya berbicara soal teknik, tetapi banyak aspek kehidupan ekonomi yang bisa berjalan di sana,” jelas Hanif.
Menurutnya, kondisi tersebut membuka kesempatan bagi lulusan dari beragam disiplin ilmu. Klub membutuhkan staf media, analis data, tenaga medis, ahli gizi, pengelola bisnis, hingga operator teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Mahasiswa karena itu tidak harus memiliki latar belakang pendidikan olahraga untuk berkarier di industri sepak bola. Kemampuan bahasa Inggris, keterampilan profesional, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting agar dapat bersaing.
Arema FC Buka Peluang Pengalaman Kerja
Peluang karier di industri sepak bola juga dapat dijajaki melalui pengalaman langsung di klub. Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan bahwa pengelolaan klub membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang, tidak hanya olahraga.
Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu sekaligus memahami tantangan pekerjaan di lapangan. Pengalaman tersebut dapat membantu mereka mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
“Harapannya, kita tidak hanya berhenti di acara seminar hari ini, tetapi ada yang berkesinambungan, agar mahasiswa bisa mengasah ilmunya kemudian mengaplikasikannya,” ujar Sudarmaji.
Arema FC membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti praktik kerja, magang, maupun penelitian. Mahasiswa komunikasi dapat mempelajari jurnalistik olahraga, sedangkan mahasiswa ekonomi berpeluang mendalami pengelolaan bisnis klub.
Mahasiswa bidang kesehatan dan teknik juga dapat mengembangkan keahlian sesuai kebutuhan industri. Kesempatan ini dapat menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dan pengalaman profesional.
Sepak Bola Juga Menggerakkan Ekonomi
Industri sepak bola turut melibatkan sektor usaha dan layanan pendukung. Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak, menjelaskan bahwa sepak bola memiliki jangkauan luas dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Perputaran ekonomi itu terlihat dari transaksi tiket hingga pemenuhan kebutuhan selama pertandingan. Keterlibatan berbagai sektor membuat sepak bola memiliki ekosistem bisnis yang membutuhkan dukungan banyak profesi.
“BRI ingin memberikan makna kepada Indonesia, salah satunya melalui olahraga sepak bola yang banyak diminati masyarakat di berbagai daerah,” ungkap Johanes.
Mahasiswa Perlu Mengenali Kebutuhan Industri
Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM, menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan peluang tersebut.
Menurutnya, pengetahuan akademik perlu dilengkapi pengalaman praktik, kemampuan bekerja lintas bidang, dan kemauan mengembangkan kompetensi. Keragaman program studi menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam industri sepak bola.
“Untuk bekerja di industri sepak bola, mahasiswa tidak harus menjadi pemain sepak bola,” tegas Tatag.
Melalui kegiatan ini, UMM mendorong mahasiswa melihat industri sepak bola sebagai salah satu pilihan karier setelah lulus. Pengenalan kebutuhan industri dan peluang magang diharapkan membantu mahasiswa menentukan arah pengembangan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.



