Indonesiandaily.com – Setiap pagi setelah subuh, Auria Nur Laila sudah sibuk mengurus kambing di kandang. Setelah selesai sekitar pukul 07.00, mahasiswa Peternakan PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri ini bersiap berangkat kuliah.
Rutinitas itu dijalaninya selama menempuh pendidikan. Hasilnya, Auria berhasil lulus dengan IPK 3,94, mendekati nilai sempurna.
Auria mengikuti wisuda di Gedung Samantha Krida, Minggu (11/10/2026), bersama 655 lulusan lainnya. Namun, di balik prestasi akademiknya, ada perjuangan membagi waktu antara kuliah, beternak, dan membantu keluarga.
“Setelah subuh saya mengurus ternak di kandang sampai sekitar jam tujuh pagi, setelah itu baru berangkat kuliah,” kata Auria.
Kuliah Sambil Membantu Orang Tua
Auria tidak ingin hanya mengandalkan dukungan orang tua. Ayah dan ibunya bekerja sebagai penjual dawet keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sejak semester pertama, Auria menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan itu digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pendidikan.
Ia harus mengatur uang saku dengan cermat. Dana tersebut digunakan untuk membeli alat tulis, memenuhi kebutuhan praktikum, membiayai penelitian, hingga menyiapkan keperluan KKN dan PKL.
Orang tuanya membantu kebutuhan makan dan sebagian biaya transportasi. Sementara itu, Auria berusaha memenuhi kebutuhan akademiknya dari uang saku beasiswa.
Menyisihkan Uang Saku untuk Beternak
Dari sisa uang saku, Auria mulai mengumpulkan modal untuk memelihara kambing. Ia memulai usaha tersebut dalam skala kecil sambil belajar mengelola ternak secara mandiri.
Awalnya, ia hanya ingin memanfaatkan waktu luang. Namun, kegiatan itu berkembang menjadi usaha yang ingin terus ia tekuni.
“Saya nekat belajar memelihara kambing menggunakan tabungan yang ada. Niat awalnya memanfaatkan waktu luang dan belajar mandiri. Ternyata usaha ini berlanjut,” ujarnya.
Usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Kenaikan harga pakan sempat menghambat rencana Auria untuk memperbesar peternakan kambingnya.
Meski begitu, ia tidak menyerah. Auria mulai merencanakan pengembangan usaha ke bidang lain, termasuk beternak ayam kampung petelur.
Ingin Menjadi Inseminator
Auria memilih bidang peternakan karena melihat peluang pengembangannya di lingkungan tempat tinggalnya. Selama kuliah, ia mempelajari berbagai jenis ternak dan cara pemeliharaannya.
Ilmu tersebut ingin ia terapkan untuk mengembangkan usaha sekaligus membangun karier profesional. Ia juga tertarik pada bidang kesehatan dan reproduksi hewan.
“Saya juga bercita-cita menjadi mantri ternak atau inseminator. Sejak masa perkuliahan, saya menaruh minat besar pada bidang kesehatan dan reproduksi hewan,” tuturnya.
Cita-cita itu menjadi langkah berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan. Auria ingin mengembangkan usaha peternakan sekaligus berkontribusi dalam pelayanan kesehatan hewan.
Lulus dengan IPK 3,94 menjadi pencapaian penting bagi Auria. Perjalanannya menunjukkan bahwa kuliah, merintis usaha, dan membantu keluarga dapat dijalani bersamaan dengan disiplin dan pengelolaan waktu yang baik.



