Indonesiandaily.com – Rizal Ulil Azmi membawa cerita tersendiri dalam Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa asal Kepulauan Kangean, Madura, itu dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Hukum (FH) UMM dengan IPK 3,96.
Capaian tersebut diumumkan dalam prosesi Wisuda ke-123 UMM yang berlangsung di Hall Dome UMM, Kamis (24/9/2026). Bagi Rizal, prestasi itu menjadi buah dari proses panjang selama menempuh pendidikan hukum.
Ketertarikan Rizal terhadap dunia hukum sudah tumbuh sejak SMA. Kegemarannya berdiskusi dan berdebat kemudian mendorongnya memilih Fakultas Hukum UMM melalui jalur prestasi.
“Saya sangat bersyukur karena banyak fasilitas dan penunjang dari kampus untuk meningkatkan potensi diri,” kata Rizal.
Tak Hanya Mengejar Nilai
Di bangku kuliah, Rizal tidak hanya mengejar capaian akademik. Ia aktif memperluas pengalaman melalui kegiatan laboratorium, organisasi mahasiswa, hingga komunitas peradilan semu.
Pada Oktober 2023, ia terpilih menjadi Asisten Muda Laboratorium Hukum FH UMM. Setahun kemudian, kepercayaan itu berlanjut dengan perannya sebagai Asisten Laboratorium Hukum hingga 2026.
Rizal juga aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Supremasi Hukum UMM. Ia dipercaya menjadi Ketua Badan Pimpinan Otonom Supremasi Academia dan pernah menjadi Ketua Pelaksana Musyawarah Cabang IMM Malang Raya pada September 2023.
Pengalaman organisasinya juga dilengkapi keterlibatan di LSO Komunitas Peradilan Semu (KPS) UMM. Dari berbagai aktivitas tersebut, Rizal mendapat ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi, argumentasi, sekaligus praktik hukum.
Prestasi dari Ruang Debat
Kemampuan tersebut kemudian membawanya meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional. Pada DECOFU Season 4 2024, Rizal menjadi Juara 1 sekaligus meraih predikat Best Speaker.
Sebelumnya, ia meraih Juara 2 pada DECOFU Season 3. Ia juga masuk nominasi Berkas Penyidikan Terbaik dalam Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Nasional Anti Human Trafficking di Lampung.
Pengalaman praktik hukum turut diperkuat melalui program magang di Pengadilan Negeri Pasuruan.
Bagi Rizal, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari proses membentuk kemampuan sebagai calon sarjana hukum. Ia tidak ingin ilmu yang diperoleh berhenti pada ruang kelas.
Membawa Pesan untuk Generasi Muda
Di balik capaian akademik dan berbagai pengalaman tersebut, Rizal menyimpan perhatian terhadap persoalan sosial di Indonesia.
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam memperbaiki kondisi bangsa, termasuk menghadapi persoalan korupsi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita sebagai generasi muda pemegang estafet kepemimpinan harus bisa menunjukkan bahwa kita mampu membawa negara ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Bagi anak kepulauan Kangean tersebut, gelar wisudawan terbaik bukan sekadar penutup perjalanan di kampus. Capaian itu menjadi bekal untuk melanjutkan langkah dan mengimplementasikan ilmu hukum di tengah masyarakat.



