Fakultas Humaniora UIN Malang Beri Pendampingan Belajar Bahasa Arab Lewat Game

Fakultas Humaniora UIN Malang Beri Pendampingan Belajar Bahasa Arab Lewat Game

Indonesiandaily.com – Fakultas Humaniora (Universitas Islam Negeri) UIN Malang memberikan pendampingan pembelajaran Bahasa Arab melalui permainan atau game.

Dijelaskan oleh dosen Fakultas Humaniora UIN Malang, Areif Rahman Hakim MPd, bahwa pendampingan ini untuk menepis stigma jika pembelajaran Bahasa Arab itu sulit. Menurutnya, pembelajaran bahasa asing justru menuntut strategi yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

“Hal ini agar proses belajar berjalan efektif dan bermakna,” ungkap Arief.

Berangkat dari semangat tersebut, tim Fakultas Humaniora UIN Malang memberikan pendampingan kepada para pengajar Bahasa Arab. Dengan menghadirkan alternatif strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Al Beer, Sangarejo Karangjati, Pasuruan, Selasa (16/12).

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan memiliki peran penting. Terutama dalam merangsang perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, emosional, maupun sosial.

Menurutnya, pendekatan bermain bukan sekadar hiburan, tetapi sarana edukatif yang mampu membangun imajinasi, meningkatkan partisipasi aktif. Termasuk juga menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dalam menggunakan Bahasa Arab.

“Melalui Game atau permainan, anak-anak belajar tanpa merasa tertekan. Mereka terlibat secara aktif dan alami dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Senada, ditambahkan pula oleh Dr Muntaqim Al-Anshori MPd, yang menekankan pentingnya penerapan permainan Bahasa Arab yang bersifat kolaboratif. Strategi ini dinilai efektif dalam melatih keterampilan komunikasi. Sekaligus menumbuhkan kemampuan bekerja sama antarpeserta didik dalam konteks pembelajaran bahasa.

Menurutnya, setiap anak pada dasarnya menyukai permainan. Dari aktivitas bermain, akan muncul imajinasi dan kreativitas yang mendorong mereka lebih bersemangat untuk belajar.

“Inilah yang membuat pembelajaran Bahasa Arab menjadi hidup dan menyenangkan,” tegas Muntaqim.

Melalui pendampingan ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab. Terutama yang inovatif, kontekstual, dan ramah peserta didik, khususnya di lingkungan pesantren.

Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar Bahasa Arab yang tidak hanya cakap secara linguistik. Namun juga percaya diri dan kolaboratif

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *