Fakultas Teknik UB Kukuhkan 28 Lulusan PPAr, Separuh Raih Predikat Cumlaude

Fakultas Teknik UB Kukuhkan 28 Lulusan PPAr, Separuh Raih Predikat Cumlaude

Indonesiandaily.com – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) kembali memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan arsitek profesional melalui pengukuhan lulusan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) Angkatan ke-3 Departemen Arsitektur.

Sebanyak 28 lulusan Program Reguler dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung, Rabu (19/8/2026). Dari jumlah tersebut, 14 lulusan atau 50 persen berhasil meraih predikat dengan pujian (cumlaude).

Pengukuhan tersebut menjadi bukti konsistensi FTUB dalam mengembangkan pendidikan profesi arsitektur yang terhubung dengan kebutuhan dunia keprofesian.

Slider Ucapan HUT RI

Program ini sekaligus menjadi tahapan penting bagi lulusan sebelum memasuki dunia praktik arsitektur secara profesional.

FTUB Perkuat Pendidikan Profesi Arsitektur

Dekan FTUB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan PPAr merupakan bagian penting dari implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Melalui program tersebut, FTUB membekali peserta dengan kompetensi profesional sesuai standar pendidikan profesi serta ketentuan regulasi yang berlaku.

“PPAr di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya merupakan bentuk implementasi langsung dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek,” ujar Prof. Hadi.

Menurutnya, pendidikan profesi tidak hanya berorientasi pada kelulusan. Program tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan calon arsitek menghadapi tuntutan profesi dan tahapan registrasi keprofesian.

FTUB menerapkan skema pendidikan 4+1. Mahasiswa menempuh empat tahun pendidikan Sarjana Arsitektur, kemudian melanjutkan satu tahun Pendidikan Profesi Arsitek.

Skema tersebut menjadi bagian dari upaya FTUB membangun jalur pendidikan arsitektur yang berkesinambungan, mulai pendidikan akademik hingga pendidikan profesi.

Lulusan FTUB Disiapkan Masuk Dunia Profesional

Pada Angkatan ke-3, PPAr FTUB tidak hanya diikuti lulusan Universitas Brawijaya. Sebanyak 28 lulusan berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tercatat 15 mahasiswa merupakan lulusan UB, empat dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dan dua dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

Sementara itu, masing-masing satu mahasiswa berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Merdeka Malang.

Selain itu, terdapat tiga mahasiswa dari angkatan lanjutan tahun 2024.

Dengan pengukuhan Angkatan ke-3, FTUB kini telah mengukuhkan 68 lulusan PPAr.

Capaian tersebut memperlihatkan perkembangan pendidikan profesi arsitektur di FTUB sekaligus memperluas kontribusi Departemen Arsitektur dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional.

Terhubung dengan Standar Profesi

Pengukuhan PPAr Angkatan ke-3 turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., yang mewakili Rektor UB.

Hadir pula Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI., AA., jajaran pimpinan FTUB dan Departemen Arsitektur, dosen, orang tua, pendamping, serta para lulusan.

Kehadiran IAI Nasional menjadi bagian penting dalam memperkuat keterhubungan pendidikan profesi FTUB dengan dunia keprofesian arsitektur.

Prof. Imam menekankan bahwa pendidikan profesi merupakan proses untuk membangun kompetensi, integritas, dan kesiapan profesional seorang arsitek.

“Pendidikan profesi tidak hanya menjadi tahapan formal setelah pendidikan sarjana, tetapi menjadi proses penting dalam membangun kompetensi, integritas, dan kesiapan profesional seorang arsitek,” terang Prof. Imam.

Ia berharap lulusan PPAr mampu memahami dan menerapkan standar kompetensi praktik arsitek yang ditetapkan IAI maupun standar internasional UIA (Union Internationale des Architectes).

FTUB Dorong Arsitek Beretika

Sementara itu, Ketua Umum IAI Nasional Ar. Georgius Budi Yulianto berharap lulusan PPAr FTUB mampu menjadi arsitek profesional yang bertanggung jawab.

Ia menekankan pentingnya etika dan integritas dalam setiap karya arsitektur.

Lulusan juga diharapkan mampu memadukan sains, teknologi, seni, dan hati nurani dalam menjalankan profesinya.

Bagi FTUB, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik UB untuk terus menghasilkan arsitek yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan lingkungan binaan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *