Riset UM Bongkar Jejak Kimia Pala Jawa, 123 Sinyal Metabolit Berhasil Ditemukan

Riset UM Bongkar Jejak Kimia Pala Jawa, 123 Sinyal Metabolit Berhasil Ditemukan

Indonesiandaily.com – Jejak kimia pala Jawa (Myristica teysmannii) berhasil dibongkar melalui riset berkelanjutan Universitas Negeri Malang (UM).

Penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si., itu menemukan 123 sinyal metabolit pada daun pala Jawa yang tumbuh di kawasan Hutan Lindung Pesisir Pantai Selatan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Temuan tersebut menjadi salah satu hasil penting penelitian UM pada 2026. Analisis metabolit memberikan gambaran awal mengenai kompleksitas profil kimia spesies endemik Indonesia tersebut.

Slider Ucapan HUT RI

Riset dilakukan pada 3 Juni hingga 31 Juli 2026. Penelitian mengintegrasikan analisis profil metabolit daun dengan karakterisasi habitat pala Jawa.

123 Sinyal Ungkap Kompleksitas Kimia

Untuk mengungkap profil kimia daun pala Jawa, tim menggunakan metode Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS).

Dari analisis tersebut, terdeteksi 123 sinyal metabolit. Profil yang teramati mencakup kelompok neolignan turunan arilpropanoid, fenilpropanoid, alkilfenol, dan glikosida flavonoid.

Temuan ini menunjukkan adanya kompleksitas senyawa metabolit pada jaringan daun M. teysmannii. Hasil tersebut sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi karakter kimia spesies secara lebih mendalam.

Dalam sistem biologis tumbuhan, metabolit sekunder dapat berhubungan dengan mekanisme pertahanan. Senyawa tersebut juga dapat berperan dalam interaksi dengan organisme lain.

Selain itu, metabolit sekunder dapat berkaitan dengan respons tumbuhan terhadap tekanan biotik maupun abiotik.

Meski demikian, tim peneliti memberikan catatan penting. 123 sinyal metabolit tidak serta-merta berarti 123 senyawa telah teridentifikasi secara definitif.

Setiap sinyal masih membutuhkan anotasi dan verifikasi struktur. Pada tahap tertentu, identifikasi juga dapat memerlukan konfirmasi menggunakan metode analisis lainnya.

Karena itu, temuan 123 sinyal tersebut merupakan profil awal mengenai kekayaan dan kompleksitas metabolit daun pala Jawa.

Jejak Kimia Dikaitkan dengan Habitat

Penelitian UM tidak berhenti pada analisis laboratorium. Tim juga mempelajari kondisi lingkungan tempat pala Jawa tumbuh.

Sejumlah parameter mikrohabitat diamati, mulai dari suhu dan kelembapan tanah, pH tanah, suhu dan kelembapan udara, pergerakan udara, hingga intensitas cahaya.

Hasil pengamatan menunjukkan kondisi mikrohabitat pala Jawa cukup beragam.

Suhu tanah berada pada kisaran 25–28 derajat Celsius. Suhu udara tercatat 30,6–30,7 derajat Celsius, sedangkan pH tanah berada pada kisaran 5,8–6,1.

Kelembapan udara mencapai 76,5–81 persen. Sementara kelembapan tanah berada pada rentang 35–93 persen dan intensitas cahaya berkisar 20–933 lux.

Variasi kondisi tersebut menjadi informasi penting untuk memahami hubungan antara habitat dengan respons biologis pala Jawa.

Perbedaan intensitas cahaya, misalnya, dapat berkaitan dengan tingkat keterbukaan tajuk vegetasi. Sementara variasi kelembapan tanah dapat dipengaruhi topografi, serasah, tutupan vegetasi, dan kemampuan tanah mempertahankan air.

Kondisi lingkungan tersebut berpotensi berhubungan dengan respons fisiologis tumbuhan serta pembentukan metabolit sekundernya.

Riset UM Dibangun Sejak 2024

Penemuan 123 sinyal metabolit merupakan bagian dari rangkaian riset UM yang dikembangkan secara bertahap sejak 2024.

Penelitian melibatkan Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si., bersama Bagus Priambodo, M.Si., M.Sc., Ph.D.; Kennis Rozana, S.Pd., M.Si.; Indra Fardhani, M.Sc., M.I.L., Ph.D.; Dilla Anisa Ikhtira, S.Pd., M.Si.; Dr. Maisuna Kundariati, M.Pd.; dan Dr. Zia Aulia Zaidin Putra, M.Pd.

Pada 2024, kajian difokuskan pada aspek ekologis dan karakter lingkungan pala Jawa.

Penelitian kemudian berkembang pada 2025 melalui pendekatan environmental DNA (eDNA). Metode ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan M. teysmannii melalui DNA yang terdapat di dalam tanah tanpa merusak tumbuhan.

Hasilnya cukup menjanjikan. DNA pala Jawa terdeteksi pada sembilan dari 10 sampel tanah.

Kombinasi ekstraksi DNA tanah dan quantitative polymerase chain reaction (qPCR) dengan target gen rbcL menunjukkan potensi eDNA sebagai metode biomonitoring non-destruktif.

Dari DNA hingga Jejak Metabolit

Rangkaian penelitian tersebut menunjukkan pendekatan UM yang semakin multidimensional dalam mengkaji pala Jawa.

Kajian ekologis memberikan gambaran mengenai habitat. Pendekatan eDNA membantu mendeteksi keberadaan spesies secara non-destruktif.

Sementara analisis LC-MS memberikan informasi awal mengenai karakter kimia daun pala Jawa.

Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi. Hasilnya dapat menjadi basis pengetahuan untuk memahami spesies endemik dengan persebaran terbatas.

Bagi UM, penelitian pala Jawa juga memiliki relevansi dengan agenda konservasi keanekaragaman hayati.

Informasi mengenai habitat, keberadaan, serta karakter biologis dan kimia Myristica teysmannii dapat mendukung penelitian lanjutan dan pengelolaan konservasi.

Riset ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15: Ekosistem Daratan, terutama dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem daratan.

Temuan 123 sinyal metabolit akhirnya tidak hanya menjadi data laboratorium. Hasil tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami lebih jauh karakter biologis dan kimia pala Jawa.

Dari daun yang dianalisis melalui LC-MS, UM menemukan jejak kimia yang memperkaya pengetahuan tentang Myristica teysmannii sekaligus memperkuat basis ilmiah bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *