Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai memperluas langkah kolaborasi internasional dengan Amerika Serikat. Fokusnya bukan sekadar pertukaran budaya, tetapi diarahkan pada penguatan riset, pendidikan berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan UMM dengan Public Affairs Officer Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) Surabaya, Courtney J. Woods. Kunjungan resmi ini menjadi momentum untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara UMM dan perguruan tinggi di Amerika Serikat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pengalaman perdana Courtney J. Woods di Malang. Pria yang akrab disapa CJ itu mengaku terkesan melihat ekosistem pendidikan yang dibangun UMM.
Menurut CJ, kualitas perguruan tinggi tidak cukup dinilai dari megahnya fasilitas akademik. Investasi terhadap mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar justru menjadi ukuran penting.
“Universitas ini tidak hanya memiliki kampus dengan penampilan yang baik, tetapi juga menunjukkan investasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mahasiswa, dan staf pengajar,” tegasnya.
American Corner Jadi Pintu Masuk Kolaborasi
Direktur American Corner UMM, Ria Arista Asih, Ph.D., mengatakan hubungan UMM dengan Amerika Serikat telah berkembang sejak American Corner hadir pada 2004.
Pada tahap awal, kerja sama banyak bergerak di bidang kebudayaan, kepemudaan, dan literasi digital. Kini, jejaring tersebut mulai diarahkan pada kerja sama akademik yang lebih strategis.
Ria menyebut penguatan riset menjadi salah satu agenda utama. UMM juga membuka peluang keterlibatan akademisi Amerika Serikat. Khususnya sebagai adjunct lecturer, adjunct professor, maupun guest lecturer.
“Ke depannya pastinya akan lebih banyak academic exchange. Jadi mungkin lebih banyak mahasiswa dari Amerika Serikat yang ke sini, atau anak UMM yang ke Amerika,” ujarnya.
Pertukaran tersebut juga diharapkan mencakup dosen dan tenaga kependidikan. Terlebih, American Corner UMM menjadi salah satu dari dua American Corner yang berada di Jawa Timur.
Alumni UMM Jadi Jembatan ke Kampus AS
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., melihat potensi lain yang dapat mempercepat ekspansi kerja sama tersebut. Salah satunya melalui jejaring alumni UMM yang pernah mengikuti program pendidikan di Amerika Serikat.
Menurutnya, pengalaman dan koneksi para alumni dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi. Yakni secara langsung dengan perguruan tinggi mitra di AS.
UMM berencana memfasilitasi jejaring alumni tersebut bersama Konjen AS. Targetnya, kerja sama tidak berhenti pada hubungan kelembagaan. Tetapi menghasilkan program akademik yang spesifik dan memiliki dampak nyata.
Dengan fondasi American Corner, jejaring alumni, serta minat penguatan riset dan pertukaran akademik. UMM melihat hubungan dengan Amerika Serikat memiliki ruang ekspansi yang masih sangat luas.
Kolaborasi itu diharapkan mampu mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi. Terutama dalam kerja sama yang lebih terukur sekaligus memperkuat posisi UMM di kancah pendidikan tinggi internasional.
